Berita

Denny JA/Net

Nusantara

Sastrawan Asia Puji Gaya Penulisan Puisi Esai Denny JA

KAMIS, 06 APRIL 2017 | 14:09 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Karya sastra Denny JA yang mengangkat isu sosial non populis yang dituangkan dalam puisi-puisi esai dan semakin membuat dunia sastra terlibat dalam pergumulan hidup sehari-hari manusia modern, mendapat pujian dari satrawan Asia Tenggara.

Pujian itu disampaikan dalam acara Temu Sastrawan Asia Tenggara di Sabah, Malaysia yang berlangsung pada tanggal 4 hingga 5 April 2017. Dalam acara ini turut dibahas sejumlah isu sosial yang ada dalam 24 buku puisi Denny JA.

“Denny JA sengaja memilih isu sosial tidak popular untuk dituangkan dalam puisi-puisi esainya, sehingga muncul kontroversi. Dan sangat sedikit sastrawan yang berani mengambil resiko berhadapan dengan massa mayoritas,” kata penyair yang juga Pemimpin Redaktur (Pemred) majalah sastra Horison, Jamal D. Rahman dalam acara itu, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (6/4).


Sementara itu, Presiden Dewan Bahasa dan Sastra Sabah, Jasni Matlani menilai Denny JA melanjutkan gaya sufistik Hamzah Fansuri, Chairil Anwar, dan Abdul Hadi WM yang mendobrak konsep ketuhanan. Ia mencontohkan puisi berjudul “Burung Trilili Bertengkar dalam Persepsi” yang menggedor ideologi, pemikiran, dan konsep ketuhanan yang stagnan selama ini.

"Saya mengagumi Denny JA karena puisi-puisinya sangat inspiratif," ujarnya.

Sedangkan Haji Ibrahim dari Akademi Pengajian Brunai Universitas Brunai Darussalam  menilai puisi esai karya Denny JA mempunyai style yang berbeda dengan kebanyakan karya puisi yang ada. Setiap puisi esai karya Denny JA ada isu sosial yang berbasis peristiwa nyata, yang menyelipkan banyak pengajaran atau pesan-pesan sosial kepada masyarakat.

“Ini memperlihatkan bahwa Denny JA adalah seorang penyair yang luar biasa, menghasilkan puisi-puisi komit dengan gaya baru dan sangat terikat dengan status sosial di sekelilingnya,” ungkapnya.

Pengkaji sastra asal Thailand, Phaosan Jehwae bahkan menilai puisi Denny JA bukan puisi biasa. Kata dia, ada kepekaan sosial, kemahiran mengolah bahasa, dan kecerdasan pikiran dalam setiap karya pendiri Lingkaran Survei Indonesia itu (LSI).

"Hal-hal seperti itulah yang dimiliki Denny JA," pungkasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya