Berita

Pertahanan

Pergoki Pembantu Curi Dompet, PNS BMKG Tewas Ditikam 12 Tusukan

MINGGU, 02 APRIL 2017 | 18:14 WIB | LAPORAN:

Rini Agustiningsih ditemukan tewas mengenaskan di kediamannya Jalan Komarudin, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (1/4) malam.

Pegawai Negeri Sipil Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (PNS BMKG) itu diduga dibunuh oleh anak asisten rumah tangganya sendiri, Dodi Pramudiana (20).

"Korban diduga meninggal seketika akibat menerima sekira 12 kali tusukan arah perut, dada, paha dan wajah," kata Kapolsek Cakung, Komisaris Sukatma saat dikonfirmasi, Minggu (2/4).


Insiden tersebut bermula saat Dodi nekat mencuri dompet dan barang berharga lainnya milik korban. Namun, aksi tersebut tertangkap basah oleh korban saat Dodi hendak melarikan diri.

Panik, Dodi pun kalap. Korban pun ditikam menggunakan pisau dapur secara bertubi-tubi. Melihat majikannya terkapar bersimbah darah, Dodi lantas melarikan diri lewat atap rumah korban.

Dodi membuang hasil curian berikut pisau yang digunakan untuk menikam di atap rumah korban.

Tak berselang lama, polisi menerima laporan tersebut dan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kurang dari 24 jam, Dodi berhasil diamankan saat bersembunyi dinkediamannya tak jauh dari TKP.

Kepada polisi, pria pengangguran itu mengaku terpaksa mencuri karena butuh uang untuk memenuhi keperluan sehari-hari.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Dodi pun terpaksa menginap di balik jeruji tahanan Mapolsek Cakung guna menjalani proses hukum selanjutnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya