Berita

Hasto Kristiyanto/Net

Politik

Sekjen PDIP Serap Aspirasi Warga Rusun Koja Lewat Dialog

MINGGU, 02 APRIL 2017 | 15:55 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Dalam rangka menengok pelaksanaan Kartu Jakarta Sehat (KJS), Kartu Jakarta Pintar (KJP), kinerja pasukan warna-warni, serta dengar pendapat masyarakat tentang tata ruang DKI, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto blusukan dan berdialog dengan masyarakat di Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta (Minggu, 2/3).

Hasto datang bersama anggota DPR Rieke Dyah Pitaloka dan KH Munib, serta langsung bercengkrama dengan warga penghuni Rumah Susun Koja. Setelah menyampaikan salam dari Ketua Umun DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan dari Basuki-Djarot, Hasto kemudian menanyakan kepada warga, apakah kenal dan ingat pada Ahok-Djarot.

"Kalau ada yang enggak kenal Ahok-Djarot, maka lihat Kartu Jakarta Sehat (KJS), Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu untuk para lansia yang akan segera dibuat. Kenali juga pasukan oranye yang menyatu dengan warga untuk membersihkan sungai dan gang supaya hidup kita lebih sehat," jelasnya.


Hasto juga meminta warga kalau belum kenal Ahok untuk melihat pasukan hijau untuk membuat Jakarta penuh dengan taman dan hijau bersih, atau melihat pasukan warna biru yang membantu pembantungan infrastruktur.

"Cuma warna merah yang belum ada. Maka kemudian Pak Djarot saat blusukan melihat rumah warga yang enggak layak huni, dan digagas pasukan merah untuk memperbaiki rumah-rumah rakyat," imbuh Hasto.

Menurut Hasto, ada banyak yang takut berkompetisi dengan Ahok-Djarot karena sadar bahwa program yang dijalankannya selama menjadi pemimpin DKI membuat masyarakat puas. Ahok misalnya bukan hanya percaya pada Tuhan yang Maha Esa tapi juga membuktikannya dengan membuat program yang mempermudah orang untuk ibadah.

"Dibangun masjid di balaikota yang megah, juga membuat masjid di Daan Mogot dan diberi nama Masjid Raya KH Hasyim Asyari. Makam Mbah Priok juga dimuliakan menjadi daerah wisata religius," beber Hasto.

Semua ini dilakukan, kata Hasto, karena Ahok-Djarot sadar bahwa kekuasaan itu untum mensejahterakan masyarakat khususnya yang miskin. Makanya dikeluarkan KJP dan KJS. Selanjutnya pada 17 April setelah kembali menjadi Gubernur DKI Jakarta, akan langsung diterbitkan Kartu Jakarta Lansia.

"Nah, bagi yang belum menerima KJP, KJS, dan yang lansia belum terdata, tolong segera diurus. Sekiranya bapak ibu percaya, kepemimpinan yang memberantas korupsi, enggak setuju mark up anggaran, maka jangan ragu pilih nomor dua pada 19 April nanti," kata Hasto. [ian]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya