Dalam rangka merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-18, PT Jakarta International Container Terminal (JICT) memberikan apresiasi kepada pelanggan di atas kapal.
Apresiasi berupa kue spesial dan bingkisan diberikan kepada pelanggan di atas kapal yang bersandar di JICT.
"Tema HUT ke -18 JICT yakni Inspiring The Nation, Promising Best Terminal Service," ujar Manager Corporate Affairs JICT, Indhira Lestari di Jakarta, Sabtu (1/4).
Dikatakan dia, selama 18 tahun JICT telah memberikan yang terbaik untuk menginspirasi kemajuan pelabuhan di Indonesia dan dapat dirasakan manfaatnya oleh karyawan serta masyarakat.
"Dalam konteks ini, peran JICT penting pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.
Selain itu JICT juga meluncurkan sejumlah program bantuan pendidikan kepada masyarakat, khususnya masyarakat di lingkungan pelabuhan Tanjung Priok.
Khusus masyarakat di Kelurahan Tanjung Priok terang Indira, perusahaan segera meluncurkan program Green Dock School yang ke-5. Program ini mencakup revitalisasi gedung, penambahan lab konputer dan bahasa Inggris serta melatih pelajar sadar akan pentingnya pelestarian lingkungan.
Dikatakan juga, JICT telah membantu lebih dari 15.000 masyarakat lewat program tanggung jawab sosial (CSR) lewat program pendidikan, kesehatan dan lingkungan.
Selain itu, JICT juga akan meluncurkan inovasi pelabuhan terbaru berupa layanan pembayaran dengan mobile apps untuk memudahkan dan memberikan kecepatan kepada pelanggan.
JICT juga mengadakan street food fest dan mini sport tournament untuk para karyawan.
"Kami ingin merayakan HUT JICT bersama karyawan, pelanggan dan masyarakat," tutur Indira.
Sekretaris Jendral Serikat Pekerja JICT, M Firmansyah melihat JICT telah berjalan mandiri dalam dua tahun terakhir. Meski begitu dia melihat peran Direksi JICT mandul.
"Beberapa program perusahaan telah dijalankan nyaris tanpa peran Direksi," ujar Firman.
Dirinya mengatakan, selama 18 tahun, JICT telah maju pesat dan keuntungan perusahaan tumbuh dua kali lipat. Wajar jika ada bagian yang dikembalikan dalam bentuk kesejahteraan karyawan. Namun saat ini, katanya, mulai ada pengurangan hak-hak pekerja karena beban pembayaran sewa perpanjangan JICT.
"Padahal perpanjangan terindikasi kuat melanggar Undang-Undang dan merugikan negara. Kami akan jalankan aksi industrial besar-besaran dalam waktu dekat," tukas Firman.
[dem]