Berita

RMOL

Nusantara

Lewat MKK, Garda Bangsa Tingkatkan Kemampuan Santri

SABTU, 01 APRIL 2017 | 19:51 WIB | LAPORAN:

. Sejak dibuka Dewan Koordinasi Nasional Garda Bangsa pada awal Maret, ajang Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) mendapat sambutan luar biasa dari santri seluruh Indonesia. Dapat dilihat dari penyelenggaraannya di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan beberapa daerah lain.

Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jatim Abdul Halim Iskandar mengatakan, kitab kuning merupakan khazanah literatur Islam yang memiliki kandungan dan peran strategis dalam sejarah perjalanan Indonesia.

"Jauh sebelum bangsa Indonesia merdeka, melalui karya tulis terbaiknya para ulama telah menjadi inspirasi dan referensi umat Islam dalam menjalani kehidupan. Salah satu ulama besar adalah Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Rahimahullah yang pernah menjadi imam, khatib dan guru besar di Masjidil Haram sekaligus Mufti Mazhab Syafi'i pada akhir abad 19. Dia memiliki peranan penting di Mekkah al-Mukarramah dan di sana menjadi guru para ulama Indonesia. Melalui karya-karya seperti Hasyiyah An Nafahat 'ala Syarhil Waraqat lil Mahalli, Al Jawahirun Naqiyyah fil A'malil Jaibiyyah, Ad Da'il Masmu' 'ala Man, Syekh Ahmad Khotib menjadi maraji banyak ulama yang hidup setelahnya. Tidak hanya di Arab namun juga di Indonesia," jelas pria yang biasa disapa Gus Halim itu kepada redaksi, Sabtu (1/4).


Menurutnya, sejarah telah mencatat bahwa kitab kuning, pesantren dan santri adalah simbol perlawanan terhadap penjajah kolonialisme Belanda. Arti penting MKK adalah menguatkan kembali eksistensi kesantrian di Indonesia.

"Di Jatim, kontruksi berpikir para santri, pesantren, kitab kuning masih menjadi landasan utama terhadap lahir dan tumbuh kembangnya Islam Nusantara yang ramah dan toleran. Serta dijadikan landasan dalam memupuk jiwa nasionalisme para santri," ujar Gus Halim.

Hal senada disampaikan Ketua Dewan Koordinasi Wilayah (DKW) Garda Bangsa Provinsi Jatim Kabil Mubarok. Menurutnya, MKK yang digelar Garda Bangsa merupakan kegiatan rutin dalam rangka meningkatkan kemampuan para santri dan anak muda atas penguasaan khazanah Islam yang ramah dan anti radikalisme.

"Dalam MKK peserta diajarkan adab atau akhlak yang baik. Sehingga mereka tidak hanya dibekali pengetahuan namun juga perilaku yang baik," tuturnya.

Kabil yang juga wakil ketua Komisi B DPRD Jatim menambahkan, selain menyelenggarakan babak penyisihan, semifinal dan final, Garda Bangsa juga mengadakan Halaqoh dan seminar Kitab Kuning Goes to Campus. Bertujuan mendekatkan anak-anak muda dengan literasi kitab kuning.

"Sekaligus mengupas pendangan khazanah Islam klasik (kitab kuning) dalam menjawab fenomena hoax, radikalisasi dan ideologi trans nasional, serta pandangan-pandangan politik kenegaraan," jelasnya.

Ketua Umum DKN Garda Bangsa Cucun Ahmad Syamsurijal sendiri mengatakan, seminar Kitab Kuning Goes to Campus akan digelar di beberapa kampus, seperti Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada.

"Kampus-kampus tersebut dipilih untuk menghadirkan wacana tanding atas dominasi pemahaman Islam garis keras yang selama ini tumbuh subur di kampus kampus umum," imbuhnya.

Di Jatim sendiri, babak penyisihan MKK akan dimulai pada 2 April, bertempat di 22 kota dan kabupaten seluruh Jatim. Babak penyisihan akan digelar di beberapa lokasi, yakni Kota Kediri bertempat di Ponpes Lirboyo pada 10 April, Kabupaten Bangkalan bertempat di Kantor DPC PKB Bangkalan pada 14 April, Kabupaten Nganjuk bertempat di Kantor DPC PKB Nganjuk pada  4 April, Kabupaten Gresik bertempat di aula PCNU pada 14 April. Kemudian di Kabupaten Lumajang bertempat di Ponpes Darun Najah Petahunan Lumajang pada 12 April, dan Kabupaten Jember bertempat di PP Nurul Falah pada 8-9 April. [wah]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya