Berita

Net

Nusantara

Peretas Diingatkan Jangan Ganggu Ujian Nasional

JUMAT, 31 MARET 2017 | 03:55 WIB | LAPORAN:

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meminta peretas internet atau hacker tidak mengganggu jalannya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

"Untuk pengamanan UNBK kami sudah menggandeng Lembaga Sandi Negara. Meski demikian, kami meminta agar para peretas tidak mengganggu lalu lintas pelaksanaan UNBK," ujar Mendikbud Muhadjir Effendy di Jakarta, Kamis (30/3).

Dia berharap semua pihak untuk tidak melakukan tindakan yang tidak terpuji selama pelaksanaan UNBK. Mengingat, diakui bahwa teknologi yang dimiliki pemerintah masih belum canggih.


Dalam pelaksanaan UN, Kemdikbud juga menggandeng Ombudsman dan Indonesian Corruption Watch (ICW) untuk mengawasi pelaksanaan UN.

"Sejauh belum ada masalah untuk pelaksanaan UN. Untuk yang kertas, sudah sampai di provinsi dan akan segera disalurkan ke sekolah. Sementara untuk tingkat SMP, sekarang sedang dikemas di percetakan," jelas Muhadjir.

Diketahui, pada pelaksanaan UN 2017 ini untuk tingkat SMA hanya ada empat mata pelajaran yang diujikan yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan satu pilihan sesuai jurusan. Siswa dibebaskan memilih satu di antara tiga mapel dalam jurusannya sesuai dengan minat dan kemampuan.

Untuk tingkat SMP tidak berbeda dengan tahun sebelumnya. UN tingkat SMP akan menguji mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan IPA. Kemudian mata pelajaran yang akan diujikan dalam USBN tingkat SMP adalah Pendidikan Agama, PPKN, dan IPS.

Untuk UN tingkat SMK pada 2017 juga tetap menguji empat mata pelajaran yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan. Kemudian yang diuji dalam USBN tingkat SMK adalah Pendidikan Agama, PPKN, dan Keterampilan Komputer.

Ujian Nasional tingkat SMK diselenggarakan pada 3-6 April. Kemudian UN SMA/MA diselenggarakan pada 10-13 April. Sedangkan untuk SMP diselenggarakan dua gelombang yakni 2,3,4 dan 15 Mei, dan gelombang kedua tanggal 8,9,10 dan 16 Mei. [wah]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya