Berita

Net

Nusantara

Mahasiswa ULM Difasilitasi Mengembangkan Drone

JUMAT, 31 MARET 2017 | 02:42 WIB | LAPORAN:

Mahasiswa dan dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) akan difasilitasi untuk mengembangkan drone atau pesawat tanpa awak oleh Doktor Maritim lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr. Yulian Paonganan. Dalam upaya pengembangan riset bidang kemaritiman.

Hal itu disampaikan Ongen sapaan akrabnya saat memberikan kuliah umum dengan tema 'Penggunaan Teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Untuk Pengawasan Laut dan Pemetaan Pulau-pulau Kecil' di ULM Banjarbaru pada Rabu lalu (29/3).

Diketahui, Ongen merupakan orang pertama di Indonesia yang merancang drone yang mampu take off dan landing di darat maupun air yang diberi nama OS-Wifanusa. Direktur Indonesia Maritime Institute itu mendorong mahasiswa dan dosen untuk bisa terlibat dalam menciptakan drone untuk keperluan riset bidang perikanan dan kelautan.


Menurutnya, perkembangan teknologi UAV atau drone dewasa ini semakin maju baik untuk kepentingan militer maupun sipil. Penggunaannya sudah merambah ke berbagai bidang seperti pertanian, kehutanan hingga jasa deliveri barang.

"Sudah saatnya juga kita kembangkan drone di bidang kelautan dan perikanan, salah satunya yang sudah berkembang pesat adalah penggunaan drone untuk pemetaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil," jelas Ongen dalam keterangannya, Jumat (31/3).

Dia mengatakan, penggunaan drone lebih efektif ketimbang menggunakan citra satelit untuk kepentingan pemetaan. Selain untuk pemetaan, drone juga dapat dimanfaatkan sebagai wahana untuk pertahanan maritim dan penyelamatan pertama bagi korban yang mengalami kecelakaan di laut.

"Sebenarnya perkembangan drone di luar negeri sudah maju pesat. Untuk itu, saya buktikan anak bangsa Indonesia juga bisa berkarya untuk menciptakan drone," beber Ongen.

Lebih lanjut Ongen menjelaskan beberaapa ancaman kedaulatan Maritim Indonesia yang sering terjadi adalah konflik perbatasan maritim, kisruh laut Cina Selatan, zona ekonomi eksklusif, illegal Unregulated and Unreported, human trafficking, dan juga penyelundupan narkoba. Sementara itu pengawasan untuk wilayah Maritim masih terkendala berbagai hal seperti tumpang tindih kebijakan, sarana dan prasarana yang minim, serta peningkatan kualitas SDM.

Salah satu cara yang bisa lakukan untuk mengawasi laut ialah dengan menggunakan teknologi drone. Sampai saat ini, pandangan publik terhadap drone hanya sebatas helikopter kecil, padahal drone atau teknologi UAV memiliki banyak jenis dan tipe sesuai kebutuhan. Teknologi UAV sendiri merupakan pesawat tanpa awak yang dijalankan dari pusat kendali disuatu tempat yang disebut ground control system.

UAV sendiri sampai saat ini banyak digunakan dalam berbagai bidang seperti dalam bidang militer sebagai alat penyerangan misi pengintaian, perbatasan darat dan laut. Dalam bidang sipil UAV biasa digunakan untuk pemetaaan pulau-pulau kecil dan pesisir, pemantauan kebakaran hutan, illegal loging ataupun illegal fishing, SAR, alat angkut dan sebagainya. Sedangkan untuk bidang Iptek UAV biasa digunakan sebagai media untuk mempelajari aerodinamika dan penerapannya, penelitian, pengawasan bencana, serta membuat hujan buatan. [wah]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya