Berita

Surya Paloh dan Joseph R. Donovan/Net

Politik

Indonesia Dan AS Harus Jadi Role Model Toleransi

KAMIS, 30 MARET 2017 | 17:41 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Meski terbilang sebagai partai baru di Indonesia, Partai Nasdem tetap mengutamakan toleransi dan keberagaman yang ada di Indonesia.

Begitu kata Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh saat menerima kunjungan Duta Besar Amerika Serikat (AS) Joseph R. Donovan di kantor DPP Partai Nasdem, Menteng, Jakarta, Kamis (30/3).

Untuk itu, Surya mengajak kepada Donovan untuk sama-sama menjadi contoh bagi negara lain mengenai arti toleransi beragama dan demokrasi. Kata Paloh, AS adalah contoh negara demokrasi Barat, sedangkan Indonesia adalah contoh negara demokrasi dari Timur.


"Sebagai sama-sama negara berdemokrasi, AS dan Indonesia harus bisa menjadi role model untuk negara lain dalam toleransi dan demokrasi," ujarnya.
 
Pada kesempatan itu Paloh menyatakan, Partai Nasdem berkomitmen untuk tetap memelihara Islam yang moderat dan modern di Indonesia. Menurutnya, sangat berbahaya jika Islam di Indonesia berubah menjadi radikal karena tidak dijaga dengan baik.

"Nasdem juga mengedepankan Islam yang moderat sehingga kita bisa diskusi apapun, pikiran yang terbuka, karena kami partai yang modern seperti bagaimana AS harus menjaga hubungan baik dengan Islam," ujar Paloh.

"Indonesia juga harus memelihara Islam yang moderat, dan berbahaya bila berubah menjadi Islam yang radikal," imbuhnya.

Ditemui usai berbincang dengan Surya Paloh, Dubes Donovan mengaku senang bisa melakukan pertemuan dengan Paloh selaku Ketua Umum Partai Nasdem.
 
"Ini hanya courtesy call, saya memperkenalkan diri sebagai Duta Besar yang baru AS untuk Indonesia," ungkapnya.
 
Dubes Donovan mengatakan, pertemuan ini menjadi salah satu dari rangkaian ramah tamahnya ke berbagai lapisan masyarakat, pejabat pemerintah di Indonesia dan pemimpin partai.
 
"Saya tekankan, kami sangat menghormati kemitraan strategis kami dengan Indonesia dan berharap sejumlah kerja sama terus berlanjut. Saya harap, kerjasama juga bisa terus berjalan antara Partai Nasdem dan Kedutaan Besar AS," lanjut pria yang pernah menjadi perwakilan AS di Tiongkok ini. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya