Wakil Ketua MPR RI Mahyudin mengapresiasi para santri dan santriwati Pondok Pesantren Tremas yang menjunjung tinggi Pancasila. Tak hanya itu, santri dan santriwati di pondok pesantren pimpinan K.H Luqman Harris Dimyanti itu juga sigap ketika diminta untuk menjelaskan pembukaan UUD 1945.
Menurut Mahyudin, hal itu tak lepas dari tokoh nasional Hasyim Ashari yang dilahirkan dari pondok pesantren Tremas.
"Santri-santri disini semuanya sangat Pancasilais sebenarnya. Hari ini tidak lebih pendalaman materi dan silaturahmi untuk santri-santri yang ada di Tremas ini," ungkap Mahyudin saat acara sosialisasi empat pilar MPR di pondok pesantren Tremas, Pacitan, Jawa Timur, Rabu (29/3).
Meski hanya pemantapan materi, Mahyudin tak luput menjelaskan pentingnya Pancasila sebagai dasar idiologi bangsa dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi perkembangan informasi dan teknologi bisa berpengaruh dalam menumbuhkan sikap individualistik yang bertolak belakang dengan Pancasila.
"Pancasila itu gotong royong, kalau paham individualistik itu tidak sesuai dengan jiwa bangsa kita," ujarnya.
Untuk menguatkan kembali mengenai Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, Mahyudin mengelar kuis kepada santri dan santriwati. Hal ini biasa dilakukannya dalam sosialisasi empat pilar MPR di daerah. Dengan metode tersebut diyakini, pengertian dari empat pilar bisa tersosialisasi dengan baik.
"Saya kagum dengan para santri yang sangat antusias mengikuti acara ini. Sifat pancasilais harus ditanamkan sejak dini agar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara agar memupuk rasa cinta pada ideologi bangsa," tutup Mahyudin.
[zul]