Berita

Ilustrasi/net

Dunia

India Akan Menutup Total Perbatasannya Dengan Pakistan Dan Bangladesh

SELASA, 28 MARET 2017 | 21:24 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Masih ingat rencana Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membangun tembok di sepanjang perbatasan AS dengan Meksiko? Proyek itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan keputusan India.

Negara terbesar di Asia Selatan itu memutuskan menutup total perbatasan dengan dua tetanganya, Pakistan dan Bangladesh. Panjangnya lebih dari dua kali lipat panjang perbatasan AS-Meksiko.

Menteri Dalam Negeri India, Rajnath Singh, menegaskan negaranya benar-benar berniat menutup total perbatasannya dengan Pakistan dan Bangladesh. Sejauh ini, sekitar 90 persen dari perbatasan dengan Pakistan sudah dipagari, tetapi India mengklaim bahwa masih ada kelompok teroris yang mencoba menyusup masuk ke negara mereka.


"Kami telah memutuskan untuk menutup perbatasan antara India dan Bangladesh secepat mungkin. Saya tahu bahwa beberapa kendala mungkin timbul dalam pekerjaan ini, karena daerah pegunungan, hutan, dan sungai," kata Singh dikutip dari CNN.

"Kami juga akan bekerja secepat mungkin untuk menutup perbatasan dengan Pakistan," tambah Singh.

India memang berbagi perbatasan darat dengan enam negara lainnya, yang total panjangnya adalah 8.600 mil (13.000 Km). Namun, perhatian mereka khusus kepada Bangladesh dan Pakistan.

Jurubicara Kementerian Dalam Negeri India, K.S. Dhatwalia, menambahkan kepada CNN bahwa pemerintahnya berencana menutup "garis kontrol" perbatasan antara India dan Pakistan di Kashmir. Wilayah di utara itu sudah disengketakan dua negara sejak 1947.

Di belahan timur, isu imigran ilegal dari Bangladesh telah terbukti menjadi tantangan besar bagi India dengan implikasi serius bagi sumber daya dan keamanan nasional. Analis dari Carnegie India, Sanjeev Tripathi, memperkirakan ada 15 juta imigran ilegal asal Bangladesh yang tinggal di India.

"Sebagian perbatasan sudah diamankan. Saat ini kami berusaha menutup sisa 10 persen yang belum bisa diamankan. Ini adalah medan yang sangat sulit," kata Dhatwalia.

Dia menambahkan bahwa pemerintah India berencana untuk menyelesaikan proyek itu pada akhir 2018.

Ada analis yang menanggapi rencana itu dengan pesimis. Medan yang sulit di perbatasan India dengan Pakistan dan Bangladesh membuat rencana menutupnya secara total hampir mustahil berhasil.

"Ini adalah batas permeabel, anda tidak bisa menutup mereka tidak peduli seberapa keras Anda mencoba, tidak peduli apa teknologi tinggi yang anda impor," kata ahli keamanan nasional, Bharat Karnad.

Karnad mengatakan ada daerah di Kashmir di mana salju akan menghancurkan setiap pagar yang dibangun, sementara sisi yang berbatasan dengan Bangladesh dipenuhi dengan kondisi rawa dan sungai.

Namun pakar manajemen konflik India, Ajai Sahni, mengatakan, usaha menutup perbatasan dengan pagar akan memiliki efek signifikan meskipun daerah itu terdiri dari medan yang sangat rumit.

Perlu diketahui, Pasukan Keamanan Perbatasan India terdiri dari 250.000 personel dan menjadikannya pasukan perbatasan terbesar yang ada di dunia. [ald]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Kini Posko Pengungsian Korban Gempa NTT Tersedia Internet Gratis

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:45

HUT ke-81 RI Momen Memperkuat Kebersamaan dan Gotong Royong

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:28

Merdeka Bernegara, Jalan Panjang Berbangsa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:00

32 Kendaraan Hias Semarakkan Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara di Monas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:50

Langkah Cepat Polri Tangani Korban Gempa NTT Tuai Apresiasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:30

Polda Malut Terima 16 Senjata Api Ilegal dari Warga

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:05

Saatnya Indonesia Berdaulat dalam Sektor Pangan dan Energi

Senin, 17 Agustus 2026 | 23:45

Upaya Menjaga Kedaulatan Pilihan Pengurus NU

Senin, 17 Agustus 2026 | 23:22

BCA dan Pegadaian Luncurkan Layanan Tabungan Emas di myBCA

Senin, 17 Agustus 2026 | 22:51

Listrik dan Telekomunikasi di Flores Hampir Pulih 100 Persen

Senin, 17 Agustus 2026 | 22:50

Selengkapnya