Berita

Ilustrasi/net

Nusantara

BMKG: Hujan Es Fenomena Biasa Di Masa Transisi

SELASA, 28 MARET 2017 | 19:21 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Fenomena hujan es yang terjadi di kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur karena pancaroba, atau pergantian dari musim kemarau ke musim hujan dan sebaliknya.

"Hujan es merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi. Kejadian hujan es disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat, lebih banyak terjadi pada masa transisi atau pancaroba," kata Kepala Sub Bidang Informasi BMKG, Hary Tirto Djatmiko, kepada wartawan, Selasa (28/3).

Menurut Hary, ciri-ciri akan terjadi hujan es disertai petir saat musim pancaroba adalah udara pada malam hingga pagi hari terasa panas dan gerah sehari sebelumnya .


Panas udara akibat radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB, disertai dengan kelembapan yang cukup tinggi.

"Mulai pukul 10.00 WIB, terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis-lapis). Di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepi sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol," kata Hary, dikutip RMOL Jakarta.

Kemudian, pada tahap berikutnya, awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu menuju hitam yang dikenal dengan awan Cb (Cumulonimbus). Lalu pepohonan ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat.

Terasa ada sentuhan udara dingin di sekitar tempat kita berdiri. Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba-tiba. Apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita.

"Jika 1-3 hari berturut-turut tidak ada hujan pada musim pancaroba, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak," terangnya. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya