Berita

Foto: Youtube

Politik

Lempar Bingkisan, Jokowi Menghina Rakyatnya Sendiri!

SELASA, 28 MARET 2017 | 15:34 WIB | LAPORAN:

Tindakan Presiden Jokowi memberikan bingkisan ke rakyatnya dengan cara melempar dari dalam mobil terus mendapat sorotan tajam dari banyak kalangan, tak terkecuali kalangan pegiat Hak Asasi Manusia (HAM).

"Saya kecam Presiden melempar uang ke rakyat. Itu merendahkan martabat manusia dan bentuk penghinaan oleh seorang pemimpin kepada rakyatnya sendiri," kritik komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Natalius Pigai kepada redaksi, sesaat lalu (Selasa, 28/3).

"Coba kalau rakyat melempar hadiah kepada Presiden apa perasaannya," lanjut Natalius, memberi perbandingan.


Cara-cara seperti itu justru menurutnya menunjukkan keaslian sikap Presiden Jokowi. Nurani kemanusiaannya hilang karena kekuasaan dan jabatan semata.

"Sebagai pembela kemanusiaan, saya sangat mengecam keras seorang Presiden yang sadar dan sengaja merendahkan nilai-nilai etika dan moral," tegasnya lagi.

Perlu dicatat, kata Natalius menekankan bahwa presiden itu simbol negara sehingga semua perbuatannya akan ditiru, diikuti, dan membudaya ke seluruh rakyat Indonesia.

Diketahui, Presiden Jokowi memberikan bungkusan-bungkusan hadiah untuk masyarakat dengan cara melempar dari balik kaca mobilnya saat kunjungan kerja di Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara pada Jumat (24/3) lalu. Perilaku Jokowi itu marak dibicarakan publik setelah rekaman videonya diunggah ke situs jejaring sosial Youtube.

Dalam rekaman video berdurasi 1:59 menit itu, Jokowi yang mengenakan kemeja putih dibalut jaket bomber warna biru tua berada di dalam mobil kepresidenan, yakni Toyota Land Cruiser.

Duduk di bangku penumpang baris tengah sebelah kiri, Jokowi melempar bungkusan-bungkusan hadiah kepada warga yang hadir menyambutnya. Dia pun tidak menunjukkan niatan turun dari mobil. Hadiah-hadiah yang dilempar itu sontan jadi rebutan warga. Petugas keamanan dibuat kewalahan.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya