Berita

Olly Dondokambey dan para pelajar Sulawesi Utara/Dok

Nusantara

Pelajar Sulut Diberi Kesempatan Luas Magang Di Jepang

SENIN, 27 MARET 2017 | 22:09 WIB | LAPORAN:

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen mengembangkan kerja sama dengan IM Japan. Yakni, dengan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada pelajar Sulut mengikuti magang ke Jepang.

IM Japan sendiri merupakan sponsor bagi peserta magang selama berada di Negeri Sakura. Dengan bahasa yang lebih familiar, IM Japan kerap disebut sebagai 'ayah angkat'.

"Kami berencana membuka lowongan magang sebanyak mungkin, dan para calon magang akan dididik oleh pemerintah lewat Disnakertrans agar mereka benar-benar siap mengikuti perekrutan," terang Gubernur Sulut, Olly Dondokambey saat berbincang dengan anak-anak Sulut di Osaka, Jepang, Minggu (26/3).


Dalam kunjungan kerja ke Negeri Matahari Terbit itu, Gubernur Olly didampingi Ketua DPRD Propinsi Sulut Andrey Angouw dan anggota Rocky Wowor, Sekprov Edwin Silangen, Kadis Pendidikan Gemmy Kawatu dan Pembina Ganbatte Indonesia Meydi Lensun.

Olly berharap anak-anak Sulut yang mengikuti program magang di Jepang benar-benar mengikuti keseluruhan prosedur yang ada.

"Banyak pengalaman yang luar biasa selama jadi kenshusei (siswa magang), kami bisa mendapatkan banyak ilmu, etos kerja dan bagaimana disiplinnya orang Jepang dalam bekerja," ucap Marco Mailor, salah satu peserta magang.

Untuk diketahui, program magang ke Jepang adalah kerja sama Kemenakertrans, IM Japan dan pemerintah daerah. Khususnya bagi lulusan SMA sederajat usia 19-26 tahun tanpa cacat fisik dan mengikuti tes matematika, kesamaptaan, lari, push up, sit up, wawancara serta pemeriksaan kesehatan.

Bagi calon peserta yang lolos akan mengikuti pendidikan pra magang dua bulan di daerah, dua bulan di cevest dan jika lulus akan diberangkatkan ke Jepang. Di Negeri Sakura, mereka akan mengikuti pendidikan selama sebulan sebelum bekerja dan selesai pendidikan akan langsung mengikuti program magang selama tiga tahun.

Selama magang, mereka akan mendapatkan tunjangan sekitar 15 juta per bulan dan modal kerja saat menyelesaikan program.[wid]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya