Berita

Surya Paloh/Net

Politik

Surya Paloh: Generasi Muda Harus Pertahankan Ideologi Pancasila

SENIN, 27 MARET 2017 | 14:31 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Di tengah perkembangan dunia yang semakin pesat, masyarakat Indonesia tetap tidak boleh meninggalkan nilai-nilai ideologi bangsa. Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa tidak boleh tergerus arus modernisasi.

Begitu terang Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sesaat lalu, Senin (27/3).

"Harus ada alat pemersatu yang kita kenal dengan nama ideologi, maka lahirlah pemersatu sekaligus ideologi yang kita kenal dengan nama Pancasila," ujarnya.


Ideologi pemersatu penting bagi Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa, pulau, dan dialeg bahasa.

"Keberadaan untuk menjadi satu bangsa disadari oleh apa yang telah ada di negeri kita, ratusan suku, ratusan dialeg, ribuan pulau, demikian pula dengan beragam agama, yang kesemuanya telah ada sebelum bangsa ini merdeka. Maka dalam hal itulah pemikir-pemikir bangsa kita meletakkan dasar ideologi Pancasila," tegasnya.

Akan tetapi, saat ini muncul kekhawatiran nilai-nilai Pancasila akan tergerus dalam kehidupan masyarakat Indonesia karena kemajuan jaman.

Oleh karena itu, Surya mengimbau agar semua elemen bangsa tetap bertanggung jawab dalam mempertahankan ideologi Pancasila.

"(Ideologi) itu adalah kita, dan itu adalah milik kita. Jangan pernah hilangkan itu, jangan pernah dia pergi ke tempat lain," tegas Surya lagi.

Menurutnya, salah satu upaya yang dapat dilakukan guna memperkuat kembali nilai Pancasila sebagai jati diri bangsa adalah dengan melakukan restorasi. Restorasi bertujuan untuk mengingatkan kembali kepada seluruh masyarakat atas semua sistem nilai yang ada, seperti kearifan lokal, adat istiadat, budaya, ideologi, dan filosofi.

"Kearifan lokal sudah menjadi sesuatu yang tidak kita pahami, tapi kita paksakan. Budaya ketimuran sudah menjadi budaya lain, penghormatan kepada wayang kulit, nyanyian Angin Mamiri sudah berubah menjadi musik rock dan sebagainya," ujarnya.

"Oleh karenanya, kita harus ingatkan sekaligus memperkuat. Jadi, "the real meaning terminology restorasi Indonesia" adalah memperkuat seluruh sistem nilai yang kita miliki sebagai otentiknya Indonesia, itulah restrorasi Indonesia," pungkasnya. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya