Berita

Arief Poyuono/Net

Politik

Ini Strategi Gerindra Kalahkan Goliat Basuki-Djarot

SENIN, 27 MARET 2017 | 06:37 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Partai Gerindra saat ini tengah fokus untuk mengalahkan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat di putaran dua Pilgub DKI 2017.

Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Arief Poyuono menjabarkan strategi Gerindra dalam melawan goliat Basuki-Djarot tersebut.

Pertama adalah mengawasi, mencegah, dan melawan bersama masyarakat Jakarta untuk segala pergerakan aktivitas tim siluman Basuki-Djarot. Tim Siluman Basuki-Djarot ini terdiri dari oknum-oknum di pemerintahan mulai dari RT hingga pemerintah pusat.


"Ditambah aparat keamanan mulai dari tingkat RT sampai dengan pusat yang akan melakukan kecurangan dengan berbagai cara untuk memenangkan Basuki-Djarot, seperti intimidasi, money politic dan kecurangan dengan sistim IT," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (27/3).

Strategi kedua, pihaknya akan memantau dan mencegah oknum-oknum penyelenggara pilkada mulai dari tingkat KPPS hingga KPU.

"Termasuk, mulai tingkat Panwaslu sampai Bawaslu yang mencoba melakukan kecurangan saat pra pilkada dalam penyusunan DPTc, pemberian surat pencoblosan saat pencoblosan, perhitungan di TPS, hingga tingkat KPUD DKI Jakarta Karena sangat rawan dengan pengelembungan suara Basuki-Djarot," sambungnya.

Strategi selanjutnya adalah terus menggiatkan sosialisasi pada masyarakat tentang program Anies-Sandi. Selain itu, juga memperluas jaringan pendukung untuk memilih Anies-Sandi melalui tokoh agama, tokoh masyarakat, paguyuban-paguyuban, suku-suku yang tinggal di Jakarta. Dukungan ini akan dipastikan mulai dari tingkat RT sampai dengan pusat.

"Selanjutnya menyiapkan dan melatih tambahan relawan-relawan untuk saksi dan pengawas di TPS hingga KPU," ujar Arief.

Dalam strategi ini, Gerindra juga akan memastikan kampanye Anies-Sandi berlangsung secara santun dan cerdas dengan tidak melakukan penzoliman dengan cara-cara kampungan.

"Apalagi memecah persatuan dan kesatuan bangsa dan melakukan kampanye yang menista agama, suku, dan ras kompetitor. Kita menjunjung tinggi fair play dalam pilkada putaran kedua," tegas Arief.

Selain itu, Gerindra akan memastikan akan mencegah masyarakat berbuat anarkis jika ada alat kampanye Anies Sandi yang dirusak oknum-oknum tertentu.

"Mencegah masyarakat tidak bertindak anarkis meski banyak kecurangan yang menyebabkan suara Anies-Sandi hilang," pungkasnya. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya