Berita

Foto; MAP

Dunia

Othmani Akhiri Kebuntuan Lima Bulan

MINGGU, 26 MARET 2017 | 19:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Setelah lima bulan mengalami kebuntuan, akhirnya pemenang pemilihan umum di Kerajaan Maroko, Partai Keadilan dan Pembangunan, mampu membentuk pemerintahan.

Menurut Perdana Menteri Saad Eddine Othmani dalam keterangan hari Sabtu kemarin (25/3), pemerintahan koalisi itu diperkuat enam partai politik.

Keenamnya adalah Partai Keadilan dan Pembangunan, Partai Independen Nasional (RNI), Partai Gerakan Popular (MP), Partai Persatuan Konstitusi (UC), Partai Progres dan Sosialisme (PPS) dan Partai Persatuan Sosialis dan Kekuatan Rakyat (USFP).


Di parlemen, keenam partai itu memiliki 240 kursi dari 395 total kursi.

Dua partai yang sebelumnya, yakni Partai Istiqlal dan Partai Otentik dan Modernitas (PAM) yang sebelumnya dilibatkan dalam pembicaraan untuk membentuk pemerintah akhirnya terdepak.

Partai Keadilan dan Pembangunan memenangkan pemilu bulan Oktober 2016 lalu. Selama lima bulan, partai ini gagal membentuk pemerintahan. Untuk menghindarkan kebuntuan, Raja Muhammad VI mengganti Abdelilah Benkirane dengan Saad Eddine Othmani.

Benkirane adalah perdana menteri pada pemerintahan sebelumnya. Dia ditunjuk Raja Muhammad VI segera setelah hasil pemilu diumumkan.

Ketika menyampaikan hasil kesepakatan pembentukan pemerintahan, Othmani didampingi enam pemimpin partai koalisi.

"Sejak Raja Muhammad VI menunjuk saya sebagai Kepala Pemerintahan untuk membentuk pemerintahan koalisi, saya bergegas melakukan negosiasi," ujar Othmani.

"Saya ingin memberikan penghargaan kepada Abdelilah Benkirane atas upaya yang dilakukannya selama ini untuk menyelesaikan misi pembentukan pemerintahan. Saya juga berterima kasih atas dukungannya," sambung Othmani.

Othmani mengatakan, selama proses pembentukan pemerintahan koalisi, dirinya bertemu dengan seluruh partai politik yang ada di parlemen, kecuali Federasi Demokratis Kiri (FGD).

Sejauh ini, susunam pemerintahan belum diumumkan. Othmani berjanji akan segera mengumumkannya dalam kesempatan pertama. [dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya