Berita

Hukum

Calon Penasehat KPK Ini Dicecar Soal Kepemilikan Hotel

MINGGU, 26 MARET 2017 | 16:58 WIB | LAPORAN:

Tim Panitia Seleksi Calon Penasehat KPK menggelar tes wawancara terhadap 13 calon penasehat KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Minggu (26/3).

Salah satu peserta tes, Eddhi Sutarto mendapat cecaran dari tim pansek. Salah satu tim pansel, Busyro Muqoddas mencecar harta kekayaan Eddhi yang diketahui memiliki sebuah hotel.

Eddhi tak membantah jika dirinya memiliki sebuah hotel. Namun begitu, kekayaan bukan menjadi alasan Eddhi untuk mengabdikan diri kepada negara. Ia menilai memiliki kapasitas ilmu yang mumpuni untuk mengemban amanah sebagai penasehat KPK.


Mantan Kepala Bidang Kepatuhan Internal Bea dan Cukai itu mengaku untuk memenuhi hasrat pengabdiannya kepada negara, ia telah mengikuti beberapa tes seleksi dalam bidang hukum. Seperti calon pimpinan KPK pada 2015 dan calon Hakim Agung pada 2016 lalu.

"Kalau cari uang jadi konsultan saya udah dapat uang. Banyak yang saya ikuti dalam hal hukum," ungkapnya dalam tes wawancara.

Bukan hanya menyinggung soal harta, tim pansel penasehat KPK lainnya, Mahfud MD juga mempertanyakan sikap Eddhi saat KPK menelisik indikasi tindak pidana korupsi yang terjadi di Bea Cukai.

Dalam pemaparannya Eddhi tidak membantah adanya pandangan tersebut. Menurutnya, banyak hal yang perlu diperbaiki, dengan adanya supervisi KPK dengan Bea dan Cukai, permasalahan kepatuhan di internal Bea dan Cukai bisa berkurang. Hal ini juga yang membuat dirinya ingin bergabung dengan KPK sebagai penasehat KPK.

"Pencegahan di sini saya coba satu instrumen yaitu koordinasi. Penasehat KPK sebagai pembantu pimpinan dalam menguatkan pencegahan di Bea dan Cukai," pungkasnya.

Diketahui, Eddhi pernah ikut seleksi Hakim Agung, dalam proses seleksi Eddhi sempat disinggung mengenai harta kekayaan berupa bangunan vila senilai Rp 5 miliar di daerah Bandungan, Semarang, Jawa Tengah. Data ini diperoleh berdasarkan Laporan Hasil Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Eddhi yang diungkap dalam seleksi wawancara calon hakim agung di Komisi Yudisial. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya