Berita

Gus Nu'man/Net

Politik

Karakter Islam Indonesia Merangkul Kebudayaan

MINGGU, 26 MARET 2017 | 16:30 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Umat Islam Indonesia harus terus menerus menjaga persatuan dan kesatuan. Sebagai entitas terbesar umat Indonesia dan bahkan di dunia, umat Islam Indonesia harus menjadi pilar utama kerukunan.

Demikian disampaikan KH Nu'man Bashori Alwi saat menyampaikan ceramah dalam acara Ngaji Kebangsaan dengan tema menegakkan "Islam Nusantara Berkemajuan" di Majelis Taklim al-Nur, Jatipulo, Palmerah, Jakarta Barat, Minggu sore (26/3).

Gus Nu'man menjelaskan bahwa karakter umat Islam Indonesia sejak ratusan tahun lalu adalah karakter Islam Nusantara yang berkemajuan. Sejarah mencatat Islam sudah masuk ke Indonesia bahkan sejak zaman Khalifah al-Rasyidin. Saat itu Ratu Shima, penguasa Kalingga di Jawa Tengah yang berkuasa pada tahun 674-695 Masehi sudah masuk Islam. Islam yang dikembangkan sejak zaman Khalifah al-Rasyidin di Nusantara ini adalah Islam yang damai. Islam ini pula yang kemudian dijalankan oleh para Walisongo


"Islam yang merangkul kebudayaan. Bukan menghapus atau bahkan merusak kebudayaan yang ada, melainkan memasukkan nilai-nilai Islam ke dalam kebudayaan itu. Ritual-ritual yang dan dimasukkan ke dalamnya ritual-ritual Islam. Sehingga Islam dengan budaya Nusantara saat itu menyatu sangat erat," kata pimpinan Majelis al-Quran Indonesia itu di hadapan sekitar 150 orang jama'ah.

Gus Nu'man mengingatkan bahwa belakangan ini ada bagian dari kelompok Islam yang baru datang ke Indonesia, yang bukan hanya mau menghabisi kebudayaan Nusantara yang sudah Islami itu, tapi selalu memaksakan kehendak. Kelompok-kelompok inilah yang merusak tatanan Islam yang sudah damai dan tenteram selama ini.

"Umat Islam harus waspada dan jangan mau dipecah belah oleh kelompok yang sedikit-sedikit bicara bid'ah," ungkap Gus Nu'man

Sementara itu, Wasekum PP Bamusi, Hari Apriatno, yang menjadi penanggung jawab kegiatan ini mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin Bamusi, yang merupakan organisasi sayap Islam PDI Perjuangan di bawah kepemimpinan Ketua Umum Prof. KH. Hamka Haq dan Sekum Gus Nasyirul Falah Amru. Bamusi selalu mengabdi kepada masyarakat dengan melakukan pencerahan keagamaan, yang di antaranya melalui ngaji kebangsaan ini.

"Kita sangat konsen dengan pengembangan Islam yang toleran dan merawat keanekaragaman," demikian Hari. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya