Berita

Nusantara

Kemenpar Bikin Sosialisasi Branding, Kaltim Angkat Mahakam Dan Pesut

JUMAT, 24 MARET 2017 | 18:21 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengoptimalkan elemen-elemen pariwisata untuk memacu roda perekonomian daerah. Tiga hari terakhir, kementerian yang dipimpin Arief Yahya itu melakukan Sosialisasi Branding Pesona Indonesia yang berbarengan dengan kegiatan Dekonsentrasi Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur.

Deputi Bidang Pengembangan Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti, yang didampingi Plt Asisten Deputi Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Hariyanto, mengatakan, ada empat poin pokok yang dibahas dalam acara sosialisasi tersebut. Yaitu, strategi analisis situasi, strategi formulasi, implementasi strategi, brand and branding.

Acara yang digelar di Hotel Harris, Samarinda, itu dihadiri 10 dinas pariwisata dari 10 kabupaten dan kota di Kaltim, Mitra Dispar Kaltim, dan beberapa komunitas di dunia pariwisata.


"Poin paparannya adalah kami tetap berpatokan pada amanah pembangunan nasional bidang pariwisata, yaitu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sambil meningkatkan kontribusinya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Esthy, dalam keterangan pers yang diterima redaksi.

Hariyanto menambahkan, ada 10 program prioritas Kemenpar. Tiga poin menjadi pokok utama yakni digital tourism (E-tourism), homestay (rumah wisata), airlines dan airport.

Sedangkan program yang lainnya adalah branding/ PR-ing, top-10 Originasi, top-3 destinasi utama (15 destination branding), sertifikasi kompetensi SDM dan gerakan sadar wisata, peningkatan investasi pariwisata, pengelolaan crisis center dan pengembangan 10 destinasi pariwsata prioritas.

Mengenai Brand and Branding, imbuh Hariyanto, keberhasilan menarik minat mereka sangat dipengaruhi oleh persepsi dan nilai-nilai merek yang secara terus menerus disampaikan. Untuk dapat memenangkan hati konsumen agar lebih mengutamakan berwisata di dalam negeri, dibutuhkan pengelolaan merek yang terintegrasi dan selaras antara pusat dan daerah.

"Kegiatan branding memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam menarik minat wisatawan. Branding untuk pariwisata Indonesia adalah Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia. Semua daerah harus paham dan harus satu tujuan terkait branding ini," tegas Hariyanto.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Syafrudin Permata, mengatakan, branding yang terus dikedepankan oleh pihaknya di Kaltim adalah kekayaan sungai. Dia jelaskan, tidak banyak sungai di dunia yang memiliki keunikan menjadi habitat hewan langka. Sungai Mahakam di Pulau Kalimantan menjadi salah satu dari sedikit sungai yang unik. Sungai dengan panjang lebih dari 900 kilometer ini menjadi tempat hunian pesut. Pesut atau lumba-lumba air tawar adalah spesies mamalia air yang menghuni wilayah perairan tawar di India, Indocina, Filipina dan Kalimantan.

Seluruh tubuh hewan ini berwarna kelabu hingga biru tua, namun bagian bawahnya berwarna lebih pucat. Sirip punggung Pesut kecil dan membulat di tengah punggung. Dahinya tinggi dan membulat, tidak bermoncong. Sirip tangannya juga lebar membulat. Pada 2005, populasi Pesut Mahakam diperkirakan antara 67 hingga 70 ekor.

”Kehadiran Pesut ini membuat Sungai Mahakam menjadi tempat wisata yang eksotis. Untuk itulah Kapal Wisata Pesut Kita hadir untuk melayani para wisatawan yang ingin menjelajahi keunikan Sungai Mahakam. Terimakasih kepada Kemenpar untuk sosialisasi branding ini, membuat kami tambah paham dan bersemangat,” ujar Syafrudin.

Selain Pesut, banyak pesona lain yang muncul dari Sungai Mahakam yang bisa dijelajahi menggunakan Kapal Pesut Kita. Masjid Shiratal Mustaqiem di Kampung Tenun serta tiga buah jembatan yang membentang di alur sungai Mahakam yang menghubungkan Samarinda kota dan Samarinda Seberang adalah beberapa contoh keunikan wisata yang bisa ditemui di sisi Sungai Mahakam.

Pesona lain di tepi Sungai Mahakam adalah Pelabuhan Samarinda dan Kawasan Pasar Pagi. Kedua tempat ini memegang peranan penting bagi perekonomian Samarinda di masa lalu maupun sekarang. Pasar Pagi terletak di bibir sungai Mahakam dan berdekatan dengan Masjid Raya Darussalam.Sedangkan Masjid Raya Darussalam merupakan masjid terbesar di kota Samarinda dan terletak di bibir sungai Mahakam. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya