Berita

Sandiaga Uno/net

Politik

Sandiaga Uno Mohon Kasus Hukumnya Tidak Dipolitisasi

JUMAT, 24 MARET 2017 | 17:19 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

. Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, meminta kepada semua pihak agar kasus hukum yang menjeratnya tidak dipolitisasi .

Sandiaga bersama rekan bisnisnya, Andreas Tjahjadi, mengaku telah meminta penundaan pemeriksaan ke Polda Metro Jaya. Penundaan dimaksud sampai setelah hari pencoblosan putaran dua Pilkada DKI Jakarta 19 April 2017.

"Sehingga kasus ini akan jadi kasus yang independen, tidak dipolitisasi. Kami menunggu apakah permohonan kami dikabulkan atau enggak," kata Sandiaga, dikutip RMOL Jakarta, Jumat (24/3).


Sandiaga menjamin dirinya tidak akan melaporkan balik Edward Soeryadjay dengan tuduhan pencemaran nama baik. Padahal, ia yakin ada usaha untuk menjatuhkan namanya di tengah masa putaran dua Pilkada DKI Jakarta.

"Enggak (lapor balik), akan jadi kekisruhan kalau saya angkat lebih panjang lagi," ujarnya.

Diketahui, Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan terhadap Calon Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno, Selasa, 21 Maret 2017. Pemeriksaan tersebut terkait kasus dugaan penggelapan tanah. Tetapi, Sandiaga tidak memenuhi panggilan tersebut.

Kuasa hukum Edward Soeryadjaya (pelapor), Fransiska Kumalawati Susilo, menuduh Andreas dan Sandiaga terlibat penggelapan dalam penjualan sebidang tanah di Jalan Raya Curug, Tangerang Selatan, Banten, pada 2012.

Fransiska katakan, pihaknya sudah berupaya menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan sejak Januari 2016. Namun, ia menyebut Andreas dan Sandiaga tidak menyambut baik usaha penyelesaian tersebut. [ald]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Kini Posko Pengungsian Korban Gempa NTT Tersedia Internet Gratis

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:45

HUT ke-81 RI Momen Memperkuat Kebersamaan dan Gotong Royong

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:28

Merdeka Bernegara, Jalan Panjang Berbangsa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:00

32 Kendaraan Hias Semarakkan Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara di Monas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:50

Langkah Cepat Polri Tangani Korban Gempa NTT Tuai Apresiasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:30

Polda Malut Terima 16 Senjata Api Ilegal dari Warga

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:05

Saatnya Indonesia Berdaulat dalam Sektor Pangan dan Energi

Senin, 17 Agustus 2026 | 23:45

Upaya Menjaga Kedaulatan Pilihan Pengurus NU

Senin, 17 Agustus 2026 | 23:22

BCA dan Pegadaian Luncurkan Layanan Tabungan Emas di myBCA

Senin, 17 Agustus 2026 | 22:51

Listrik dan Telekomunikasi di Flores Hampir Pulih 100 Persen

Senin, 17 Agustus 2026 | 22:50

Selengkapnya