Berita

Hukum

Dituduh Menipu, Ketum PARFI Terancam Dilaporkan Polisi

JUMAT, 24 MARET 2017 | 10:26 WIB | LAPORAN:

RMOL.  Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) yang baru terpilih 12 Maret 2017 lalu, Febryan Aditya terancam dilaporkan ke kepolisian terkait kasus penipuan.

Pria asal Bone Sulawesi Selatan yang juga Ketua Umum Keluarga Film dan Televisi (KFT) ini, oleh kuasa hukum PT Citra Duta Bupolo, dianggap menerima uang lebih dari Rp 400 juta dengan iming-iming proyek wisata Pulau Buru, Maluku.

"Ternyata hingga saat ini pekerjaan yang dijanjikan tidak ada. Padahal klien kami sudah menyerahkan uang yang diterima Febryan untuk keperluan administrasi proyek yang dijanjikan dari Yayasan Sentra Global Jaya Bahana Bangsa," ujar kuasa hukum PT Citra Duta Bupolo, Hasrul Buamona, melalui siaran pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL.


Sekedar diketahui, usai Gatot Bramamusti yang terbelit kasus narkoba, jabatan ketum PARFI berpindah ke Andryega Da Silva. Ironisnya, Andryega terlilit utang dengan Febryan Aditya yang menjabat sebagai ketua umum KFT sehingga dilengserkan melalui sebuah mosi tidak percaya yang disampaikan pengurus PARFI karena kasus tersebut.
 
Sejak saat itu, melalui Dewan Pembina Organisasi, akhirnya sejak 18 Januari 2017 PARFI dipimpin Wieke Widowati, pemain film senior yang juga merupakan pengurus PARFI.
 
Namun setelah kongres Mataram lalu, PARFI dilanda polemik yang membelah kepengurusan lembaga tersebut. Marcella Zalianty memimpin PARFI56, sedangkan Dewan Pertimbangan Organisasi mengangkat Andryega Da Silva sebagai Ketua PB PARFI.
 
Ironisnya, Febryan Aditya adalah orang yang memproses hukum Andryega Da Silva ke polisi, sehingga menyebabkan lengsernya Andryega dari kursi Ketua PARFI karena kasus penipuan tersebut.
 
Dan akhirnya, Febryan yang kini telah menjadi Ketua PARFI melalui Kongres Luar Biasa (KLB) menggusur Wieke Widowati dari jabatan Ketum PARFI.

"Dan sekarang, kita akan adukan Febryan yang terindikasi penipuan. Bagaimana mungkin menghasilkan film bermutu kalau Ketua Umumnya menipu," ujar Hasrul.
 
Hasrul membeberkan, pada tahun 2015 lalu, Febryan menjanjikan pekerjaan proyek wisata di Pulau Buru, Maluku melalui Yayasan Sentra Global Jaya Bahana Bangsa dengan total kontrak Rp 36 miliar. Kemudian, dengan dalih untuk studi kelayakan dan survei yang dibebankan kepada PT Citra Duta Bupolo, meminta dana Rp 400 juta.
 
"Alasan uang itu, katanya untuk studi biaya studi kelayakan dan survei lokasi pekerjaan. Uang itu akhirnya diberikan dan Surat Perintah Kerja (SPK) juga sudah diterbitkan oleh Yayasan Sentra Global Jaya Bahana Bangsa yang diteken Edy Subagyo Sudrajad sebagai Ketua Yayasan," ujarnya.
 
Namun ternyata, kata Hasrul lagi, setelah SPK keluar dan PT Citra Duta Bupolo sudah mengeluarkan dana kelayakan itu malah kesannya Febryan dan yayasan berupaya tidak punya itikad baik dalam pekerjaan.

"Makanya, sekarang setelah selama dua tahun tidak pernah jelas akan kami gugat secara perdata Ferbyan Aditya dan pihak yayasan yang kabarnya Ari Sigit, cucu mantan presiden Soeharto, sebagai pembina yayasan tersebut," ujarnya.[wid]
 


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya