Berita

Hukum

Hakim Tipikor Penasaran Istilah Proyek E-KTP Milik Golkar

KAMIS, 23 MARET 2017 | 14:34 WIB | LAPORAN:

Ketua Majelis Hakim John Halasan Butarbutar mendapat informasi terkait istilah proyek pengadaan e-KTP milik Partai Golkar.

Hal itu ditanyakan Hakim John kepada dua mantan Wakil Ketua Komisi II DPR Taufiq Efendi dan Teguh Juwarno yang menjadi saksi dalam sidang ketiga perkara korupsi proyek pengadaan e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (23/3).

Hakim Jhon mengaku ungkapan mengenai proyek e-KTP milik Golkar didapat dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP) salah seorang saksi dalam proyek pengadaan e-KTP saat diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Saksi tersebut, sambung Hakim Jhon, menjelaskan pernah mendengar dalam rapat komisi bahwa proyek e-KTP milik Golkar.

Menurut Hakim Jhon istilah itu sangat unik sebab, sepanjang yang diketahuinya, partai di DPR semua bersaudara.

"Pernah dengar saudara saksi? Bisa jelaskan seperti apa istilah ini," tanya Jhon kepada kedua saksi.

Teguh dan Taufik pun kompak mengaku tidak pernah dengar.

"Enggak pernah dengar dan enggak ada itu," ucap Teguh menjawab pertanyaan Hakim Jhon

Hakim John langsung beralih ke Taufik yang terlihat mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Saudara Taufik kok angguk-angguk apakah ingin memberikan jawaban yang sama," tanya hakim John.

"Sama enggak tahu yang mulia," kata Taufik.

"Sayang sekali ini padahal saya pengen banget tahu istilah ini. Harapan saya Saudara (Taufik) berikan jawaban yang berbeda," tutur Hakim Jhon.

Diketahui, dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto Partai Golkar termasuk salah satu partai yang kecipratan aliran uang korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Disebutkan Partai Golkar menerima 150 ribu dolar AS dari pengusaha rekanan Kementerian Dalam Negeri, Andi Agustinus alias Andi Narogong. Uang tersebut merupakan kesepakatan Andi Narogong dan Anas Urbaningrum disebut-sebut untuk kelancaran proses pembahasan anggaran proyek e-KTP di DPR.[wid]








Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya