Berita

Foto/Net

Politik

Wajar Publik Semakin Percaya Polri

KAMIS, 23 MARET 2017 | 06:15 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Indo Barometer kembali merilis hasil survei evaluasi publik selama 2,5 tahun pemerintahan Jokowi-JK. Tingkat kepercayaan kepada lembaga paling tinggi dari hasil survei itu masih lembaga kepresidenan.

Lembaga kepresidenan memiliki tingkat kepercayaan hingga 90,4 persen. Sementara TNI berada di urutan kedua 83,2 persen dan Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) 83 persen.

"Sementara Kejaksaan RI kini sudah berada berada di papan tengah dengan tingkat kepercayaan 57,1 persen. Sementara Polri tampak semakin baik dengan tingkat kepercayaan 39,5 persen," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari dalam paparan surveynya, di Jakarta Pusat, Rabu (22/3).


Qodari menambahkan, lembaga negara paling tidak dipercaya publik adalah DPR RI dengan tingkat kepercayaan 31,5 persen. Sementara DPD RI memiliki tingkat kepercayaan 50,7 persen.  

Menanggapi hasil tersebut, Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan Maruarar Sirait menilai peningkatan kepercayaan publik kepada lembaga Kejaksaan dan Polri merupakan hal itu wajar. Pasalnya, dua lembaga penegak hukum negara itu sudah banyak berbenah.

Dia mencontohkan Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Tito Karnavian yang telah membuat banyak membuat terobosan-terobosan baru.

"Saya kira Pak Tito (Kapolri) sudah banyak melakukan terobosan-terobosan walaupun baru sekitar setahun memimpin Polri. Saya kira pelayanan sudah mulai membaik. Masyarakat mulai merasakan perubahan itu," pungkasnya. [rus]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya