Berita

Foto/Net

Politik

Nasdem Wajibkan Fraksi Punya Pusat Pengaduan Masyarakat

KAMIS, 23 MARET 2017 | 00:15 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Partai Nasional Demokrat (Nasdem) mewajibkan bagi seluruh jenjang fraksi mulai dari DPR RI, DPRD provinsi dan DPRD kota/kabupaten untuk memiliki pusat pengaduan masyarakat.

Keputusan itu berdasarkan hasil konsolidasi seluruh anggota fraksi Partai Nasdem se-Indonesia.

"Setelah pertemuan tiga hari konsolidasi telah menghasilkan resolusi dan rekomendasi," kata Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Nining Indra Saleh di Surabaya Jawa Timur, Rabu (22/3).


Selain itu, Nining menyebutkan konsolidasi juga mendorong seluruh anggota fraksi Partai Nasdem pada tingkat DPRD provinsi dan kabupaten/kota menginiasi peraturan daerah (Perda) yang pro rakyat dan menggugat perda yang tidak mendukung konstitusi.

Rekomendasi lainnya yakni mendorong anggaran pendidikan, pelayanan kesehatan, dan perbaikan infrastruktur di daerah.

Nining mengatakan pelaksanaan konsolidasi seluruh anggota fraksi Nasdem menghadirkan beberapa pembicara seperti Menteri Bappenas, Menteri Lingkungan Hidup, Jaksa Agung, Menteri Perdagangan, serta pejabat dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan.

"Acara pertemuan konsolidasi diikuti sekitar 1.300 anggota fraksi tingkat pusat, provinsi, kota, dan kabupaten dengan menghadirkan pembicara yang memberikan masukan berharga," ujar Nining.

Ketua pelaksana Konsolidasi Seluruh Anggota Fraksi Partai NasDem se-Indonesia, Ahmad Sahroni menambahkan, kegiatan Partai Nasdem ini juga fokus terhadap kebijakan politik tanpa mahar. Ini sesuai dengan tujuan partai untuk restorasi atau perubahan.

"Bahwa restorasi perubahan dilakukan sejak dini walaupun partai kita (Nasdem) masih yunior," ucap Sahroni. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya