Berita

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno/Net

Politik

Kotak Pandora Reklamasi Jakarta akan Terbuka Jika Anies-Sandi Menang

RABU, 22 MARET 2017 | 00:22 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Janji kerja Anies-Sandi untuk menghentikan Reklamasi Teluk Jakarta merupakan sikap yang tepat. Pasalnya, hal tersebut merupakan solusi untuk menghentikan semua pelanggaran yang terjadi dalam proyek reklamasi.

Begitu kata anggota DPD RI asal Jakarta Fahira Idris menanggapi gugatan nelayan dan Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta atas reklamasi Pulau F, I dan K yang dikabulkan oleh Majelis Hakim PTUN Jakarta.

Menurutnya, keputusan PTUN Jakarta itu menunjukkan bahwa proyek reklamasi yang begitu gencar dilakukan Gubernur (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama, bukan hanya akan menimbulkan kerusakan terhadap ekosistem teluk Jakarta, tetapi juga melanggar hukum.


Ia memprediksi, pelanggaran reklamasi akan semakin terungkap jika Anies-Sandi terpilih sebagai pasangan gubernur DKI.

“Tolak Reklamasi sudah jadi janji kerja utama Anies-Sandi jika terpilih. ‘Kotak pandora’ berbagai pelanggaran proyek reklamasi akan semakin terbuka jika Anies-Sandi terpilih," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (21/3).

Terlebih, selama ini petahana selalu mengklaim bahwa tidak ada pilihan selain melanjutkan reklamasi. Alasannya, reklamasi sudah diputuskan sejak masa orde baru dan reklamasi harus ada demi tersedianya dana membangun tanggul giant sea wall.

"Apalagi, klaim yang menyatakan bahwa dengan proyek reklamasi dana untuk menata kampung nelayan akan tersedia, adalah klaim yang tidak berdasar dan sangat mudah dipatahkan," sambungnya.

“Kalau memang (reklamasi) memakmurkan nelayan, kenapa nelayan mengajukan gugatan. Logika kita sedang dibolak-balik. Reklamasi itu kaitan eratnya hanya dengan pengembang dan bisnis properti. Itu saja, tidak ada irisannya dengan kemakmuran nelayan,” pungkas Wakil Ketua Komite III DPD ini. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya