Dutabesar Republik Korea Cho Taiyoung mengundang pimpinan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam sebuah jamuan makan malam di kediaman dinas Dubes Korea Selatan di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta (21/3).
Dubes Cho mengatakan jamuan makan malam digelar untuk mempererat hubungan Kedubes dengan komunitas pers nasional.
"Saat saya masih menjabat sebagai Jurubicara Kementerian Luar Negeri Republik Korea, beberapa dari Anda bertemu saya di Seoul. Dan hanya sebulan setelah saya bertugas di Indonesia, salah satu kunjungan pertama saya adalah ke kantor PWI, karena saya tahu PWI memiliki peranan besar dalam proses informasi dan demokrasi Indonesia," ujar Dubes Cho yang sudah hampir tiga tahun bertugas di Indonesia.
Pada bulan November 2013, delegasi yang berkunjung ke Seoul atas undangan Asosiasi Wartawan Korea (JAK) sempat menggelar pertemuan dengan Cho Taiyoung. Saat itu dia masih menjabat sebagai Jurubicara Kemlu Korea. Di bulan Mei 2014 Dubes Cho mulai bertugas di Jakarta, dan di bulan Juni berkunjung ke kantor PWI di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta.
Hadir dalam jamuan makan malam tersebut Ketua Dewan Kehormatan Ilham Bintang, Sekretaris Dewan Kehormatan Wina Armada Sukardi, dan angota Dewan Kehormatan Ishadi SK, juga Ketua bidang Organisasi Sasongko Tedjo, Ketua bidang Daerah Atal S. Depari, Ketua bidang Luar Negeri Teguh Santosa, dan Bendahara Muhammad Ihsan.
Direktur Konfederasi Wartawan ASEAN (CAJ) Bob Iskandar, Ketua PWI Banten Firdaus dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Sumbar Basril Basyar juga hadir dalam jamuan makan malam yang diselingi nyanyi bersama itu.
Sementara Dubes Cho didampingi dua diplomat Republik Korea yakni Minister Counselor Park Jaekyung dan Minister Jeon Joyoung.
Dubes Cho juga mengucapkan terimakasih karena diundang pada Hari Pers Nasional (HPN) 2017 di Ambon, Maluku, bulan Februari lalu. Dia mengatakan, dari skala acara puncak dia dapat menyimpulkan betapa pentingnya HPN tidak hanya bagi komunitas pers, tetapi juga bagi proses demokrasi di Indonesia.
"Mulai dari Presiden, menteri-menteri, Panglima TNI dan Kapolri dan kepala daerah serta korps diplomat yang hadir, saya bisa simpulkan bahwa masyarakat Indonesia memandang tinggi peranan pers dan percaya bahwa pers merupakan tonggak penting demokrasi Indonesia," ujarnya lagi.
[dem]