Berita

Foto/Net

On The Spot

Persimpangan Ditutup Lalu Lintas Agak Lancar

Di Kebon Nanas, Jakarta Timur
SENIN, 20 MARET 2017 | 08:58 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Rekayasa lalu lintas di persimpangan Kebon Nanas, Jakarta Timur, mulai membuahkan hasil. Lalu lintas yang biasanya padat, agak lancar di persimpangan tersebut.
 
 Sebelumnya, lalu lintas di persimpangan tersebut sem­rawut. Simpul kemacetan berada di lampu lalu lintas di persim­pangan tersebut. Kemacetan seakan tak mengenal jam.

Pantauan Rakyat Merdeka, Kamis sore, sekitar pukul empat, kemacetan berkurang di persim­pangan itu. Biasanya, antrean kendaraan mulai terjadi pada jam-jam tersebut. Kepadatan kendaraan terutama yang menujuke arah Cawang.


Dari rekayasa lalu lintas, kendaraan dari arah Cipinang Besar Selatan yang ingin keluar menuju Jalan DI Panjaitan arah Jatinegara, dibelokkan ke kiri dan berputar di pertigaanKalimalang. Sementara kendaraan dari arah Cipinang Cempedak yang ingin menuju Jalan DI Panjaitan arah Cawang, harus belok kiri dan berputar di depan Kantor Samsat Jakarta Timur.

Hal yang sama juga berlaku bagi kendaraan dari Jalan DI Panjaitan yang hendak menuju Cipinang Besar Selatan, harus memutar di depan Kantor Samsat Jakarta Timur. Kendaraan dari DI Panjaitan menuju Cipinang Cempedak memutar di pertigaan Kalimalang.

Untuk menutup persimpanganitu, petugas memasang movableplastic barrier (MPB) berwarna oranye. Beberapa petugas pun tampak disebar mengatur lalu lintas.

Namun, meski telah ditutup, masih ada sejumlah pemotor yang nekat menerobos MPB. Dari pantauan, sebuah motor nekat melintas di antara MPB dari arah Jatinegara menuju ke Cipinang Cempedak.

Sayangnya, spanduk sosial­isasi penutupan persimpangan terbilang cukup minim. Spanduk tidak dipasang di semua arah. Dari pantauan, spanduk infor­masi tentang penutupan terlihat dipasang di Jalan Kebon Nanas, atau jalan dari arah Cipinang Besar Selatan.

Ada tiga spanduk dipasang di jalan itu, bunyinya, "Mulai Tanggal 14 S/D 21 Maret 2017 Uji Coba Pengaturan Lalu Lintas Pada Jl DI Panjaitan-JLKB Nanas-JL Otista 3 Pengguna Jalan Agar Menyesuaikan".

Saat dipantau di Jalan Otista 3, atau dari arah Cipinang Cempedak, tak tampak span­duk serupa. Demikian halnya di Jalan DI Panjaitan, dari Penas Kalimalang sampai di depan Kantor Samsat, Jakarta Timur, tidak terlihat spanduk serupa.

Nada setuju dan tidak setuju datang dari warga dan pengendara. Pratama, pengendara mo­tor yang sedang berhenti persis di dekat persimpangan itu mengakumendukung penutupan tersebut. Kata dia, sebelum ditutup, kemacetan kerap terjadi.

"Saya apresiasi. Sebelumnya, hampir tiap hari kalau pagi dan sore hari di sini macet luar biasa. Saya berharap, upaya seperti ini juga dilakukan di lokasi-lokasi lain yang rawan macet," ucapnya.

Dia juga meminta agar di lokasi tersebut selalu ditempat­kan petugas sepanjang waktu. Hal itu untuk memberikan peringatan kepada pengendara yang membandel dan nekat menerobos MPB yang telah dipasang.

"Iya, harus dipelototin sama polisi atau Dishub supaya eng­gak ada yang berani nerobos. Karena bahaya banget kalau ada yang nekat, soalnya arus lalu lin­tas sudah lancar, dan kendaraan melaju kencang," kata pria yang mengenakan jaket hitam itu.

Dukungan juga datang dari Adam, seorang penyeberang. Meski harus sedikit repot kar­ena harus menaiki Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) agar bisa menyeberang, dia setu­ju persimpangan itu ditutup.

"Baguslah ditutup. Karena kalau enggak, macetnya luar biasa. Dari jalan Otista ekornya bisa sampai 500 meter lebih. Enggak apa-apa, saya naik JPO, lebih aman, karena kendaraan di bawah sekarang pada nge­but karena lalu lintas lancar," ujarnya.

Berbeda, Johan mengaku tidak setuju dengan penutupan persim­pangan tersebut. Menurutnya, penutupan persimpangan itu hanya menimbulkan titik kemacetan yang baru, padahal pengendara harus mengambil rute lebih jauh.

"Kalau menurut saya enggak efektif. Jadinya cuma mindahin titik macet saja. Di putaran depan Kantor Samsat yang biasanya lancar jadi ada antrean, padahal biasanya enggak ada. Sama di pertigaan Penas (Kalimalang) juga begitu," kata sopir angkot tersebut.

Dia meminta persimpangan dibuka lagi setelah diuji coba. "Kalau bisa jangan ditutup, petugas saja jagain empat orang setiap pagi dan sore di simpang itu kalau mau enggak macet," ujarnya.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishubtrans DKI Jakarta Priyanto menjelaskan, kawasan tersebut menjadi salah satu zona merah lokasi kemacetan di Jakarta Timur.

Selain karena tingginya volume kendaraan pada jam be­rangkat kerja, tingginya pelang­garan oleh pengguna kendaraan menjadi sebab lain semrawutnya lalu lintas di sana.

"Tingkat pelanggaran dan angka kecelakaan di Simpang Kebon Nanas ini cukup tinggi, khususnya pengguna sepeda motor yang sering menerobos lampu lalu lintas," ucapnya.

Priyanto mengklaim, uji coba rekayasa lalu lintas tersebut efektif mengurangi kemacetan hingga 80 persen. "Lihat saja arus lalu lintas jadi lancar sekali. Sebelumnya lalin di sini sangat stuck. Untuk efektivitasnya, saya kira sampai 80 persen kemacetannya berkurang," tu­turnya. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya