Berita

Foto/Net

Hukum

Jokowi Ajak Rakyat Awasi Bantuan Sosial Non-tunai

Kerahkan Tim Saber Pungli
SENIN, 20 MARET 2017 | 08:55 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Hal tersebut dikatakan Presiden Jokowi di Pantai Kijing, Sungai Kunyit, Mempawah, Kalimantan Barat.

Jokowi mengingatkan, kepada seluruh pejabat instansi pemerintah untuk melayani warga dengan baik. Meski warga tidak bayar, pelayanan yang diberikan harus tetap berkualitas.

"Kalau pelayanan di rumah sakit tidak baik, laporkan ke Pak Bupati, Pak Gubernur, ke Ibu Menkes. Jangan mentang-mentang masyarakat tidak bayar terus tidak dilayani dengan baik, awas," katanya.


Bekas Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan, warga harus berperan aktif dalam mengawasi berbagai program bantuan sosial non-tunai, termasuk program Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Bahkan, dia memastikan bahwa Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) belum berhenti bekerja. Tim masih tetap bekerja mem­berantas pungutan liar.

"Masih bekerjanya tim saber pungli salah satunya bisa dilihat dari operasi tangkap tangan yang dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Timur bersama Bareskrim Polri terhadap pelaku pungutan liar senilai Rp 6,1 miliar di Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Samudra Sejahtera (Komura) di Samarinda, beberapa waktu lalu," ujarnya.

Atas pengungkapan kasus tersebut, Jokowi meminta seluruh pejabat instansi pemerintah tak lagi melakukan pemungutan liar terhadap masyarakat.

"Saya ingatkan agar semuanya hati-hati. Layani dengan baik, layani dengan cepat, karena yang namanya saber pungli itu bekerja," tegasnya.

Jokowi menyatakan nilai Rp 6,1 miliar itu merupakan angka yang besar. Ia kembali mengingatkan segenap instansi pemerintah agar terus berhati-hati.

"Kita melihat Rp 6,1 miliar itu adalah angka yang besar, dan pasti itu sudah dilihat lama. Itu yang ketahuan lho ya. Hati-hati saya ingatkan lagi," pesannya.

Bekas Walikota Solo ini juga memastikan, terungkapnya ka­sus ini merupakan bukti masih perlu diperbaiknya sistem pe­layanan terhadap masyarakat.

Karenanya, dia berjanji akan terus melakukan pembenahan agar kasus-kasus dalam hal pelayanan tak lagi merugikan masyarakat.

"Sistem yang ada masih harus diperbaiki. Pemerintah sendiri terus berusaha meningkatkan pelayanan dengan melakukan sejumlah perbaikan," paparnya.

Sekedar informasi, Tim Saber Pungli dibentuk berdasarkan Perpres Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar.

Jokowi sendiri bahkan sem­pat menegaskan sejak awal memasuki dunia pemerintahan, akan selalu fokus membereskan pungutan liar. Baginya, pungli adalah benalu penghambat per­tumbuhan.

Terkait hasil penggerebekan pungli yang terjadi Jumat (17/3) lalu, Kepala Subdirektorat I Tindak Pidana Korupsi, Kombes Pol Adi Deriyan memgatakan, penggerebekan ini berhasil me­nyita sejumlah uang dan do­kumen berharga dari kantor Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM).

"Lebih dari Rp 6,1 miliar serta belasan kardus dokumen penting telah disita," kata Adi.

Menurut Adi, uang tersebut diduga berasal dari hasil setoran sejumlah perusahaan pelayaran yang akan melakukan kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur, yang diduga akan diberikan ke­pada pengurus koperasi TKBM Komura.

"Rencananya uang itu akan dibagikan kepada para TKBM yang akan melakukan penger­jaan bongkar muat kapal meng­gunakan modus monopoli kegiatan bongkar muat kapal," ujarnya. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya