Berita

Setya Novanto/Net

Politik

Golkar: Ada Penggiringan Opini Setnov Tokoh Utama Kasus E-KTP

MINGGU, 19 MARET 2017 | 16:42 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (Setnov) bukan satu-satunya tokoh yang disebut dalam dakwaan kasus e-KTP. Ada nama besar dari partai lain yang juga disebut dalam dakwaan itu.

Begitu kata kader Partai Golkar Khalid Zabidi dalam keterangan tertulisnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (19/3).

"Banyak nama-nama besar dari partai politik lain seperti Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Menkumham Yasonna Laoly, politisi PDIP Arif Wibowo, dan politisi PAN Teguh Juwarno," ujarnya.


"Namun pemberitaan dan opini yang berkembang di masyarakat selama ini seolah-olah Setya Novanto adalah tokoh utama dari kasus e-KTP," sambung Khalid.

Dijelaskan dosen Universitas Paramadina itu, nama Setya Novanto dalam dokumen yang beredar tidak masuk ke dalam daftar penerima uang. Nama Setya Novanto hanya disebut dalam kesaksian-kesaksian di pengadilan dan masih perlu dibuktikan dalam proses hukum lebih lanjut.

"Saya menduga ada operasi politik, penggiringan opini atau framing media secara khusus yang telah dilakukan pihak-pihak tertentu yang tidak suka kepada Setya Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar," lanjutnya.

Menurutnya, opini untuk menjatuhkan Setya Novanto sengaja digiring karena ada pihak yang tidak ingin Golkar kembali berjaya.

Pasalnya, saat ini konsolidasi Golkar berjalan dengan cepat. Bahkan dukungan Golkar untuk Jokowi kembali menjadi capres di 2019 terbukti mampu mengangkat elektabilitas parpol.

Hal ini terbukti pada Pilkada Serentak 2017 yang baru berlangsung, Golkar berhasil menjadi parpol terbanyak memenangkan Pilkada.

"Untuk itu, kader Golkar harus bersikap kompak dalam menghadapi isu politik ini, mengedepankan kesolidan partai, menghargai proses hukum, dan mengikuti aturan partai, agar Golkar tidak terkena dampak politik yang merusak jalannya proses konsolidasi internal akibat badai politik ini," pungkasnya. [ian]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya