Berita

Dubes Mansyur Pangeran (kanan) dan Menteri Alassane Sall (tengah).

Bisnis

Senegal Inginkan Kerjasama Migas Dengan RI

SABTU, 18 MARET 2017 | 06:45 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pemerintah Senegal sedang memerlukan investasi besar di bidang energi untuk memenuhi kebutuhan energi nasionalnya yang saat ini mencapai 500 MW per hari.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan Pengembangan Energi Terbarukan Senegal, Thierno Alassane Sall, dalam pertemuannya dengan Dubes RI di Dakar, Mansyur Pangeran, di kantor Kementerian Energi dan Pengembangan Energi Terbarukan Senegal, Kamis lalu (16/3).

Sekretaris Kedua Kepala Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI di Dakar, Dimas Prihadi, menjelaskan, kunjungan kerja Dubes bertujuan menggarap kemungkinan kerjasama dan promosi potensi masing-masing negara di bidang pengadaan dan pengolahan sumber-sumber energi. Dalam pertemuan itu, Menteri Alassane Sall melihat Indonesia sebagai negara yang sudah berpengalaman dalam penggunaan teknologi eksplorasi minyak bumi di offshore dan pengolahan gas LNG.


Menteri Alassane Sall juga menyampaikan kepada Dubes Mansyur, bahwa Senegal masih menghadapi kendala dalam hal distribusi energi karena instalasi jalur distribusi listrik yang ada saat ini sudah cukup tua. Senegal sangat memerlukan investasi dari mitra-mitra asing dan negara-negara sahabat untuk memperbaharui instalasi jalur distribusi listriknya. Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan energinya, Senegal telah merencanakan untuk mengembangkan energi solar dan angin yang realisasinya akan dimulai tahun 2018.

Di samping itu, Senegal belum lama ini juga berhasil menemukan cadangan minyak dan gas bumi di wilayah utara yang diperkirakan mencapai 500 juta barel. Eksplorasi terhadap cadangan minyak dan gas bumi tersebut saat ini sedang dilakukan bersama perusahaan dari Skotlandia dan baru akan beroperasi pada 2021. Produksi minyak Senegal saat ini mencapai 100 ribu barel per hari.

Menteri Alassane Sall mengharapkan Indonesia dapat bekerjasama dengan Senegal di sektor migas seperti pembuatan anjungan minyak lepas pantai. Dalam kaitan ini, Menteri Alassane Sall mengharapkan kerjasama dilakukan melalui perusahaan negara. Indonesia dalam hal ini diwakili oleh Pertamina dan Senegal oleh Petrosen.

Menanggapi usulan kerja sama tersebut, Dubes Mansyur Pangeran menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang cukup besar, antara lain, energi panas bumi, mini/micro-hydro, Biomass, energi surya, energi angin dan energi nuklir.

Terkait pembangunan anjungan minyak, Dubes Mansyur Pangeran mengusulkan kerjasama antara Petrosen dengan PT. PAL Indonesia, Pertamina dan perusahaan-perusahaan BUMN dan swasta nasional yang bergerak di bidang energi.

Sebagai tindak lanjutnya, Menteri Alassane Sall akan membicarakan usulan kerja sama tersebut secara lebih detail dengan Dirjen Petrosen. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

UPDATE

Mahkota Peradaban adalah Kemanusiaan

Senin, 26 Januari 2026 | 17:59

Thomas Djiwandono Ulas Arah Kebijakan Ekonomi di Hadapan DPR

Senin, 26 Januari 2026 | 17:49

Pemkab Bekasi Larang Developer Bangun Rumah Baru

Senin, 26 Januari 2026 | 17:46

Pengamat: SP3 Eggi Sudjana Perlu Dikaji Ulang

Senin, 26 Januari 2026 | 17:31

Adies Kadir Diusulkan jadi Calon Hakim MK Gantikan Arief Hidayat

Senin, 26 Januari 2026 | 17:26

Oknum TNI AL Pengeroyok Buruh di Talaud Bakal Ditindak Tegas

Senin, 26 Januari 2026 | 17:13

KLH Tunggu Langkah Kementerian Lain soal Pencabutan Izin 28 Perusahaan

Senin, 26 Januari 2026 | 16:58

Noel Ebenezer Ingatkan Purbaya: Ada Pesta Bandit Terganggu

Senin, 26 Januari 2026 | 16:53

Longsor Watukumpul

Senin, 26 Januari 2026 | 16:51

Habiburokhman: Rekomendasi DPR kepada Polri Bersifat Mengikat

Senin, 26 Januari 2026 | 16:42

Selengkapnya