Berita

Hukum

KPK Temukan Sumber Dana Andi Narogong Dalam Kasus E-KTP

SABTU, 18 MARET 2017 | 00:52 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama yang menjadi sumber uang dari Andi Agustinus alias Andi Narogong dalam memuluskan proyek pengadaan e-KTP di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan DPR.

Menurut Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif, saat ini pihaknya tengah mengumpulkan informasi dan keterangan untuk dijadikan bukti dalam menguatkan pihak yang menjadi sumber uang Andi Narogong.

"Saya nggak bisa kemukakan, tapi kami mengetahui (sumber uang Andi Narogong)," ujar Syarif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (17/3).


"Kami berusaha bahwa kami nggak mungkin main-main dengan kasus seperti ini. Semua bukti semua keterangan yang penting kita upaya mendapatkannya agar kasus ini bisa diselesaikan," sambung Syarif.

Lebih lanjut Syarif menegaskan KPK tak ingin terburu-buru dalam menetapkan pihak-pihak yang diduga ikut terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP. Menurut Syarif, penyidik memiliki strategi untuk menjerat oknum-oknum yang diduga ikut terlibat.

"Salah satu strategi yang dimiliki penuntut umum itu melihat perkembangan persidangan (korupsi proyek e-KTP). Jadi kalau makin banyak informasi dalam sidang kami mendapatkan sesuatu. Saya tak bisa janjikan, tapi orang yang disebut namanya dalam Pasal 55 KUHP diharapkan bisa diselesaikan dalam waktu dekat," kata Syarif.

Pasal 55 KUHP adalah pasal penyertaan atau turut serta. Dalam dakwaan mantan dua pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto disebutkan jaksa KPK, keduanya melakukan perbuatan melawan hukum sehingga merugikan keuangan negara, bersama-sama dengan mantan Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto, pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, mantan Sekretaris Jenderal Kemendagri Diah Anggraini, dan beberapa panitia lelang tender e-KTP tahun 2011-2013.

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (16/3) terkuak bahwa ada pertemuan-pertemuan antara Diah, Andi Narogong, Setya Novanto serta kedua terdakwa untuk memakai 'jalur culas' dalam penganggaran proyek e-KTP.

Di hadapan majelis hakim, terdakwa Irman mengungkapkan satu fakta penguat indikasi keterlibatan Novanto dan Diah. Irman mengatakan bahwa tidak lama dari anak buahnya yakni Sugiharto ditetapkan tersangka oleh KPK, Irman mendapat pesan dari mantan Kepala Biro hukum Kemendagri, Zudan Arif.

Pesan singkat dengan kode 'mendesak' itu, pada intinya mengatakan bahwa Diah Anggraini meminta Irman 'tutup mulut' mengenai keterlibatannya Setya Novanto di kasus e-KTP. [ian]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya