Berita

SBY/Net

Politik

Ingin Tidur Nyenyak, Alasan SBY Netral Di Putaran Kedua

JUMAT, 17 MARET 2017 | 23:24 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tidak mau ambil pusing atas hiruk pikuk Pilgub DKI Jakarta diduga menjadi alasan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memilih bersikap netral di putaran kedua.

Dugaan itu sebagaimana dikatakan Direktur Centre Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi seperti diberitakan RMOLJakarta, Jumat (17/3).

"Saya kira SBY ingin tidur nyenyak dengan keputusan mengambil sikap netral pada putaran kedua," kata Uchok.


Hal itu bukan tanpa alasan. Uchok mencatat, saat Agus Harimurti Yudhoyono menjadi calon gubernur, SBY mendapat serangan politik hingga kediamannya di Kuningan, Jakarta didemo mahasiswa.

Serangan juga kerap datang dari media sosial, termasuk serangan dari mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang mendadak menyuarakan keadilan atas kasus yang menimpanya, dengan alasan mencari kebenaran.

"Langkah Antasari arahnya sudah jelas kepada SBY, sehingga SBY harus melakukan klarifikasi atas pernyataan Antasari tersebut. Namun Antasari pasca Pilgub DKI pertama justru membungkam," ujar Uchok.

Uchok menilai langkah SBY itu hal yang wajar kalau di putaran kedua ini, lebih memilih netral.

"Namun saya yakin sebagian besar massa pendukung Agus-Sylvi di putaran pertama akan mendukung duet Anies- Sandi," pungkas Uchok. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya