Berita

Foto: RMOL

Politik

Pak Presiden, Ada Ribuan Perawat Digaji Rp 200 Ribu Per Bulan

KAMIS, 16 MARET 2017 | 10:21 WIB | LAPORAN:

Ribuan perawat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Perawat Honorer Indonesia (Forkom PHI) mengepung gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, pagi ini (Kamis, 16/3).

Mereka berunjuk rasa menuntut diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Salah seorang koordinator lapangan, Budi Utomo mengatakan, para perawat yang ikut unjuk rasa hari ini sudah bertahun-bertahun menjadi honorer.


"Kami sudah bertahun-tahun menjadi honorer, ada yang belasan tahun, ada yang puluhan tahun. Kami ingin mengadukan nasib kami kepada anggota DPR yang terhormat agar memperhatikan nasib kami yang dimana status kami masih honorer," katanya kepada wartawan.

Budi menyebut, ada 5 ribuan perawat yang turun aksi kali ini. Mereka datang dari berbagai daerah seperti Jawa Tengah, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Sulawesi, Kalimantan, dan Padan.

"Jadi wakil-wakil rakyat kami agar menyampaikan ke pemerintah. Kami minta Presiden Joko Widodo yang kami hormati agar mendegarkan suara kami, agar nasib kami diperhatikan, kami ingin menjadi PNS, karena Kami sudah puluhan tahun mengabdi di Puskemas maupun di RS," lantangnya.  

Diangkat menjadi PNS, menurutnya impian semua perawat honorer. Sebab selama ini mereka digaji di luar standar upah minimum regional (UMR).

"Gaji kita hanya 250 per bulan ada juga teman kita yang ada di pedalaman gajinya kurang dari 200 ribu per bulan. Jadi kita minta perhatian dari pemerintah," pungkasnya.

Informasi di lapangan, para perwakilan perawat akan diterima pimpinan Komisi IX dan Wakil Ketua DPR, Fadli Zon.[wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya