Berita

Kesehatan

Lebih Dari 10 Juta Warga Indonesia Tuli, Kenapa?

KAMIS, 16 MARET 2017 | 01:50 WIB | LAPORAN:

Menurut data World Health Organization (WHO) Regional Asia Tenggara, prevalensi ketulian dan gangguan pendengaran yang dianggap membatasi kehidupan seseorang di Indonesia pada tahun 2002 sebesar 4,2 persen.

Demikian dikatakan Manajer Program Yayasan Rumah Siput Indonesia (YRSI) Eka Hikmat dalam acara Seminar Rehabilitasi dan Pendengaran Dengan Pendekatan Auditory Verbal Therapy di Rumah Sakit Khusus THT - Bedah, Tangerang, Selasa (15/3).

Kata Eka, jika prevalensi gangguan tersebut diterapkan pada jumlah penduduk Indonesia tahun 2015 berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), yakni 255.461.700 jiwa, maka berarti ada sekitar 10.729.391 penduduk di Indonesia yang terbatasi kehidupannya karena ketulian dan gangguan pendengaran.


"Ketulian dan gangguan pendengaran sangat membatasi kemampuan mendengar, berbicara, berbahasa dan berkomunikasi seseorang secara verbal," katanya.

Menurut Eka, gangguan semacam itu mempengaruhi dan membatasi kesempatan penderitanya meraih pendidikan bermutu, mendapatkan pekerjaan yang baik, memilih profesi sesuai minat dan bakat, mengaktualisasikan potensi diri dan menjalani kehidupan berkualitas. Pada gilirannya, kerugian pada tingkat individu ini juga akan merugikan negara pada tingkat nasional.

Sebagai gambaran, masih kata Eka, menurut penelitian Arcbold, Lamb dan O’Neil tahun 2015, jika Britania Raya (United Kingdom) tidak menangani ketulian dan gangguan pendengaran warganya sejak dini dengan baik, maka kerugian yang dapat dialami negara diperkirakan berkisar sekitar 30,13 milyar poundsterling atau 489,66 triliun rupiah per tahunnya.

"Angka tersebut di antaranya disumbang oleh pendapatan potensial yang hilang karena tingginya angka pengangguran dan rendahnya daya untuk mendapatkan penghasilan di kalangan mereka yang tuli atau memiliki gangguan pendengaran, serta oleh biaya pelayanan kesehatan dan sosial yang mereka perlukan," ungkap Eka.

Kerugian di tingkat individu maupun tingkat nasional dinilai Eka bisa dihindari karena menurut data WHO, 50% dari semua kasus ketulian dan gangguan pendengaran sebenarnya dapat dicegah melalui langkah-langkah kesehatan masyarakat. Salah satu bentuk pencegahan yang dilakukan di negara-negara maju seperti Amerika di antaranya adalah dengan memberikan vaksinasi rubela secara gratis kepada warganya.

Sekedar diketahui, WHO merilis data bahwa rubela bersama jenis infeksi lainnya bertanggung jawab atas 31% dari keseluruhan kasus ketulian dan gangguan pendengaran di dunia. Amerika memulai vaksinasi rubela pada tahun 1969 dan pada April 2015, WHO Regional Amerika menjadi yang pertama di dunia yang dideklarasikan terbebas dari penularan endemik rubela. [zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya