Berita

Ilustrasi/net

Politik

China VS AS, Indonesia Tidak Perlu Memilih Salah Satu

RABU, 15 MARET 2017 | 17:33 WIB | LAPORAN:

Pemerintah Indonesia diminta tidak terseret pusaran konflik Amerika Serikat dan China dalam menjalankan politik luar negeri. Prinsip politik bebas aktif masih relevan untuk dilaksanakan saat ini.

"Tapi, kita perlu tahu China ingin mengalahkan Amerika. Mereka ingin membuktikan sosialisme China lebih unggul dibanding kapitalisme Amerika," kata peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Adriana Elisabeth, dalam Seminar Peradaban "Masih Relevankah Politik Luar Negeri Bebas Aktif?" di Universitas Paramadina, Jakarta, Rabu (15/3).

Selain itu, ia mengatakan, Indonesia tidak perlu mengkhawatirkan hegemoni China di bidang ekonomi. Sebenarnya China juga akan gentar terhadap Indonesia bila posisi Indonesia jelas di percaturan politik global.


"Kalau kita memposisikan diri kita jelas, kita bisa menentukan apa saja. Negosiasi dengan China juga bisa dikompromikan, tidak usah takut China," kata Adriana.

Ia menilai keputusan Indonesia sangat ditunggu di tengah pertarungan global, antara memilih ikut China atau Amerika Serikat. Namun, dengan pijakan politik bebas aktif, semua pilihan sangat terbuka dan tidak harus condong ke salah satu blok.

Dia menyarankan, Indonesia lebih mengedepankan kepentingan nasional dan bersifat pragmatis dalam politik internasionalnya.

"Kepentingan nasional diutamakan. Tidak harus pilih ikut kubu mana," ucap Adriana. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya