Berita

Foto: Istimewa

Politik

Cak Imin Endus Aroma Tak Sedap Pojokan Aswaja dan NU

SENIN, 13 MARET 2017 | 21:53 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Abdul Muhaimin Iskandar mencium aroma tak sedap yang tengah memojokan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah (Aswaja) dan Islam yang rahmatan lil alamin.

Karenanya, Cak Imin meminta seluruh Anggota DPRD se-Jawa Timur terus menerus melakukan konsolidasi untuk mengantisipasi hal tersebut.

"Perkembangan informasi teknologi begitu luar biasa. Jika tidak disikapi dengan bijak mampu mempengaruhi cara pandang masyarakat awam. Tadi pagi saya dikejutkan sebuah video singkat. Kalau dilihat, kesimpulannya (ingin,red) membunuh pola pikir dan pola pandang dengan IT, paham Aswaja. Orang seenaknya memproduksi gagasan dalam waktu singkat ke masing-masing pribadi," katanya saat membuka Bimbingan Teknis Fraksi PKB se-Jawa Timur, yang digelar di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Senin (13/3).


Menurutnya, rekaman video tersebut cukup berbahaya dan dapat menimbulkan provokasi jika didengar masyarakat awam.

"Konsolidasi internal partai sangat penting diintensifkan di tengah perubahan zaman yang begitu cepat. Kita semua harus mengajak seluruh umat menjalankan Islam yang rahmatan lil alamin," katanya.

Anggota DPRD yang mengikuti Bimtek, lanjut Cak Imin, juga diharapkan mampu mengikuti perkembangan IT dan menyikapinya dengan bijaksana. Sebab, tidak menutup kemungkinan Nahdlatul Ulama (NU) di Jatim yang begitu kuat dapat terancam dengan perkembangan IT.

"Konsolidasi penting ditingkatkan. Sehingga ideologi yang baik, cara pandang dan penataan diri, dapat dengan tepat disosialisasikan ke masyarakat," katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jatim H Abdul Halim Iskandar menyampaikan bahwa Bimtek FPKB 2017 telah lama direncanakan untuk digelar diluar Jatim. Dan itu menjadi suara seluruh Anggota DPRD se-Jatim.

"Saya laporkan kepada ketum (Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar), Bimtek ini sudah lama dirancang. Karena pada Bimtek tahun 2016 banyak komplain. Teman-teman meminta agar Bimtek dilakukan di Jakarta. Sedangkan ketentuan Kemendagri, pelaksanaan Bimtek di Jakarta harus menggunakan bendera DPP. Alhamdulillah dapat tempat yang bagus. Sehingga saya yakin dapat diikuti peserta sampai selesai," tandasnya. [sam]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya