Berita

Foto: RMOL

Politik

Kinerja Anies Di Sektor Pendidikan Dinilai Buruk

SENIN, 13 MARET 2017 | 21:28 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Latar belakang sebagai tokoh pendidikan dan pluralis ternyata tidak serta merta membuat Anies Baswedan mampu memimpin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan baik.

Calon gubernur DKI Jakarta itu bahkan tidak bertahan lama karena turut menjadi korban perombakan kabinet oleh Presiden Joko Widodo.

Direktur Lembaga Pemantau Akuntabilitas Pendidikan (LPAP) Abi Rekso bahkan menyebut kualitas Anies di Kemendikbud masih di bawah pendahulunya M.Nuh.


"Jika dibanding masa M. Nuh, key performance index (KPI) Anies tampak buruk saat masa transisi,” jelasnya dalam dialog publik bertajuk 'Relasi Indeks Prestasi Pendidikan dan Dugaan Praktik Korupsi' di Menteng, Jakarta, Senin malam (13/3).

Dijelaskan Abi, KPI diukur berdasarkan indikator kompetensi guru, indeks prestasi sekolah dan angka perkelahian siswa. Sementara pada masa kepemimpinan Anies, grafik KPI Kemendikbud menurun.

"Bahkan terbilang sulit untuk kembali menyetarakan ke masa M Nuh," tutur Abi.

Lebih lanjut, Abi juga menilai kinerja Anies selama menjadi Mendikbud terbilang buruk dalam hal menghilangkan gejala puritanisme di sekolah-sekolah.

"Sebagai tokoh pluralisme, tidak ada perubahan signifikan pada masa Anies,” sambungnya.

LPAP didirikan dengan latar belakang wajah pendidikan nasional yang masih jauh dari standardisasi global serta problem anggaran dan lemahnya akuntabilitas institusi pendidikan.

"LPAP akan mengawal Nawacita dalam implementasi pendidikan nasional dan mendorong akuntabilitas serta profesionalisme birokrasi pendidikan,” pungkas Abi.

Turut hadir dalam diskusi ini sebagai pemateri antara lain, peneliti anggaran Seknas FITRA Gulfino Guevarrato dan peneliti LIPI Anggi Afriansyah. [sam]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya