Berita

Net

Politik

KPK Harap DPR Tidak Halangi Penuntasan Kasus E-KTP

SENIN, 13 MARET 2017 | 20:47 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mau ambil pusing terkait rencana DPR RI menggunakan hak angket terkait kasus korupsi proyek pengadaan kartu identitas berbasis elektronik (e-KTP) yang merugikan negara Rp 2,3 triliun.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah meyakini bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan dan penyidikan sesuai jalur hukum yang berlaku. Menurutnya, langkah yang telah dilakukan KPK sesuai jalur (on the track) tidak mendapat hadangan dari DPR.

"KPK berharap upaya kami untuk menangani perkara indikasi korupsi (e-KTP) ini tidak terhambat," ujarnya di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta (Senin, 13/3).


Febri menambahkan, KPK tetap fokus menangani korupsi proyek e-KTP hing‎ga tuntas. Termasuk menyeret ke pengadilan nama-nama besar yang diduga menikmati uang hasil korupsi senilai Rp 5,9 triliun. Meski demikian, KPK tidak akan menghalangi upaya DPR menggunakan hak angket, asalkan tidak mengganggu jalannya penegakan hukum yang sedang berlangsung.

"Kami berjalan di rel proses hukum. Untuk proses lainnya silahkan saja sesuai dengan kewenangan masing-masing," pungkasnya.

Usulan penggunaan hak angket DPR untuk menyelidiki kasus korupsi proyek e-KTP dicetuskan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Dia merasakan adanya kejanggalan dalam penyidikan kasus itu. Salah satunya, nama-nama yang disebut dalam dakwaan baru saja dilantik sebagai legislator dan menteri. Menurut Fahri, tidak masuk akal jika ada konspirasi di antara mereka yang baru saja dilantik. Usulan hak angket juga didukung oleh sesama pimpinan DPR Fadli Zon. [wah] 

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya