Berita

Net

Politik

Disintegrasi Ancaman Terbesar Bagi NKRI

SENIN, 13 MARET 2017 | 19:00 WIB | LAPORAN:

Ancaman keamanan nasional atau national security thread yang dialami NKRI selama ini merupakan disintegrasi dan separatisme bangsa.

Hal itu disampaikan Ketua Fraksi PKS MPR RI Tifatul Sembiring dalam diskusi 'Efektivitas Pelaksanaan Sosialisasi 4 Pilar' di komplek parlemen, Jakarta (Senin, 13/3).

"Ancaman terbesar dari keamanan nasional kita bukan serangan dari luar tapi disintegrasi bangsa, pecahnya NKRI. Kita memiliki 17.500 pulau di Indonesia, 1.340 suku bangsa. Kita saja kalau terbang dari Sabang ke Merauke sama seperti kita terbang dari Jakarta ke Jeddah, sembilan jam, betapa jauhnya jarak fisik kita sebagai bangsa," jelasnya.


Di sisi lain, menurut Tifatul, jumlah anggota MPR RI yang berasal dari gabungan antara anggota DPR dan anggota DPD sejumlah sekitar 700 orang belum cukup memadai untuk dapat mensosialisasikan Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara ke seluruh Indonesia.

Oleh karena itu, dia mendorong agar pemerintah ikut terlibat dalam sosialisasi empat pilar, khususnya di daerah-daerah yang masih memiliki intensitas kerawanan konflik horizontal. Sebab, pihak eksekutif dapat lebih efektif dalam ikut serta mensosialisasikan  melalui besarnya anggaran yang dimiliki.

"Pemerintah bisa saja memasukkan empat pilar ke dalam kurikulum pendidikan nasional. Kita punya ideologi tapi tidak punya strategi budaya agar hal itu bisa terinternalisasi dan optimalisasi di dalam jati diri bangsa indonesia, apalagi dengan beragam etnis," bebernya.

Selain melibatkan kekuasaan eksekutif, media massa juga punya peran untuk membantu efektivitas sosialisasi empat pilar di masyarakat.

"Karena itu, media cukup berimbang dalam menghadirkan isi acara, baik acara yang bersifat hiburan maupun yang berkaitan dengan soal kenegaraan," demikian Tifatul. [wah]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya