Berita

Zulkifli Hasan/Net

Politik

Ketum PAN Dukung Penuh Penuntasan Kasus E-KTP

Teguh Juwarno Dibantah Terlibat
SENIN, 13 MARET 2017 | 13:15 WIB | LAPORAN:

. Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan kembali menegaskan bahwa partai yang dipimpinnya mendukung penuh proses hukum kasus e-KTP yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Harus diusut tuntas ini, ini ujian saya kira bagi bangsa ini. Tentu juga paling depan kan KPK. KPK sebagai lembaga tumpuan harapan bagi kita masyarakat luas," tegasnya saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/3).

Namun diungatkan oleh pria yang akrab disapa Zulhas ini, agar KPK tidak tebang pilih dalam membongkar kasus tersebut.


"Apakah nanti keliatan tebang pilih atau tidak, kita minta ini tuntas tak mungkin Rp 2,3 triliun itu satu dua orang, ini kan mega skandal mega korupsi," ujarnya.

"Kita dukung penuh seratus persen agar KPK tuntaskan kasus ini," lanjut Zulhas, yang saat ini juga menjabat ketua MPR.

Dukungan penuh dia berikan karena nenurutnya, korupsi e-KTP merupakan sebuah penghiatan terhadap bansa.

"Kasus e-KTP itu bentuk penghianatan, penghianatan terhadap rakyat dan negara, bayangkan itu uang susah payah dicari dari pajak rakyat untuk kebaikan seluruh kita, baru dirancang sudah dirancang untuk korupsi, jadi itu betul-betul khianat terhadap sumpahnya, terhadap janji, khianat terhadap rakyat," sesalnya.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, salah satu anggota DPR yang menerima aliran dana korupsi e-KTP adalah dari Fraksi PAN, yaitu Teguh Juwarno. Zulhas bilang bahwa pihaknya telah meminta klarifikasi lansung kepada yang bersangkutan. Disitu, Teguh membantah.

"Teguh tidak pernah tanda tangan, dan sudah tidak disitu, jadi yang dituduhkan tanggal sekian, dia tidak di Komisi II, tapi kalau saya bilang ini saya membela, makanya saya bilang, biarkan saja (diusut KPK)," tukasnya. [rus]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya