Tidak mudah menjadi wakilnya Ahok di Pilkada Jakarta. Mewakili terdakwa penista Agama Islam, kemana-mana Djarot terancam kena hujat.
Contoh terakhir saat Djarot menghadiri Haul Presiden RI ke-2 Soeharto di Masjid At Tin, Jakarta, kemarin. Pemilik nama lengkap Djarot Saiful Hidayat ini, sempat dicueki empunya acara Titiek Soeharto, dan dilempar batu hadirin.
Aksi spontanitas hadirin menolak Djarot itu terjadi sejak Wagub DKI pendamping Ahok itu tiba di arena Masjid At Tin, Sabtu (11/3) petang. Hadirin yang tidak sedikit berasal dari massa Front Pembela Islam (FPI) yang berbaur dengan masyarakat sontak terkejut melihat kehadirin Djarot.
Djarot datang tidak sendirian, dia dikawal dua orang pria sedari turun mobil menuju pintu utama acara. Hadir sebagai tamu undangan, Djarot pun tetap berupaya menerobos massa yang melakukan kekerasan verbal terhadap dirinya.
Sekalipun masih jauh dari pintu masuk, sorakan bernada cibiran terhadap Djarot sangat terasa. Cibiran itu, semakin keras ketika politisi PDIP itu melalui selasar menuju pusat acara. Semakin lama, Djarot menjadi pusat perhatian dan kerumuni massa.
"Wooo, woooo," teriak mereka kepada Djarot. "Enggak diundang, enggak diundang," teriak warga. "Bubar, bubar, bubar," kata mereka. Cibiran itu, semakin besar ketika Djarot mendekati Masjid.
Menggunakan koko putih berpeci hitam, Djarot justru tak gentar untuk melangkah. Dia berjalan agak cepat, namun tetap tersenyum sambil menangkupkan tangannya ke dada ke arah para pencibirnya.
Namun, langkah cepat Djarot beserta pengawalan yang semakin lama kian banyak, sempat terhenti ketika beberapa orang berdiri di selasar menahan laju Djarot. "Tutup, tutup. Enggak ada, jangan kasih masuk. Apaan," teriak massa kepada Djarot.
Seorang pria mendampingi Djarot dan bertanya apakah dia memiliki undangan. Djarot mengatakan dia memiliki undangan tersebut. "Balik enggak, balik!" seru peserta acara kepada Djarot, saat Djarot sedang berdiskusi dengan pria tersebut.
Situasi sempat tegang. Salah seorang staf pribadi Djarot mengatakan bahwa Djarot tamu undangan dan akhirnya bisa masuk ke dalam masjid tersebut. Namun salah satu ajudan Djarot tampak digiring keluar area masjid oleh peserta.
Singkat cerita, Djarot pun masuk ke dalam area Masjid melalui pintu VVIP. Di dalam, hadirin sudah membludak. Maklum, hajatan keluarga cendana ini dihadiri sejumlah tokoh Tanah Air. Seperti, Prabowo Subianto, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, Arifin Ilham dan KH. A. Gymnastiar alias Aa Gym, dan anak-anak Soeharto.
Nah, kesan dicuekin alias tidak dianggap juga terasa ketika acara di mulai. Putri Soeharto Siti Hediati Haryadi atau Titiek Soeharto tak menyebut nama Djarot di deretan nama tamu kehormatan saat menyampaikan pidato sambutan. Titiek, yang juga ketua pelaksana acara, hanya menyebutkan nama sejumlah politikus yang notabene dari kalangan rival Djarot di Pilkada DKI Jakarta 2017.
Misalnya, Titiek hanya menyebutkan nama Ketua Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Cagub Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan yang juga menghadiri acara itu. "Di sini ada tamu-tamu kehormatan, kami ada bapak anak saya, bapak Prabowo Subianto (mantan suami Titiek), ada Pak Anies Baswedan, banyak lagi para habib dan tamu-tamu kehormatan kami," kata Titiek dalam pidato sambutannya itu.
Di penghujung acara, tepatnya pukul 20.30, Djarot beranjak meninggalkan masjid. Upaya menghadiri undangan, telah dilakukan. Tapi, bukan perkara mudah mengeluarkan Djarot dari masjid. Masuk sulit, keluar apalagi.
Penjagaan Djarot diperketat. Kali ini, Djarot bergerak lebih cepat. Intimidasi verbal pun dia terima seperti pada awal. Tapi, saat pulang, mereka yang mencibir Djarot lebih ekstrem lagi. Botol plastik pun mulai melayang ke arah Djarot. Beruntung, dia tidak kena.
Botol hingga batu kerikil melayang ke arah Djarot. Beruntung benda-benda ini hanya mengenai orang-orang yang mengawal Djarot. Wagub DKI ini mendapat pengawalan ketat sejak keluar masjid hingga masuk ke dalam mobilnya karena sejumlah jemaah mengejarnya dan meneriakinya.
Ulah kasar massa tidak berhenti setelah Djarot masuk mobil. Mobil itu sempat terhenti beberapa detik lantaran sopir mobil Djarot terlibat adu mulut dengan massa. Sejumlah petugas keamanan acara ini ikut meneriaki sopir mobil Djarot agar segera tancap gas.
Saat itu, sebuah botol sempat melayang ke mobil yang ditumpangi Djarot. Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Muhammad Agung langsung mencari pelaku pelempar botol. "Siapa itu?" Teriak Agung.
Setelah menerima lemparan, mobil pun kembali berjalan. Sejumlah anggota kepolisian berlari di sisi dan depan mobil yang ditumpangi Djarot. Mereka berlari sambil siaga menghadapi kemungkinan bentrok. Beruntung, massa tidak mengejar mobil Djarot. Sejumlah laskar dan jawara ikut menghalau langkah massa. Mobil kandidat petahana di Pilkada DKI Jakarta 2017 tersebut langsung meninggalkan Kompleks Masjid A-Tin. Djarot selamat.
Seusai mendapat cibiran, Djarot mengaku tidak masalah. Dia menanggapi santai perisitiwa ini. "Memang kita berhadapan oleh saudara kita. Biar aja enggak apa-apa, (padahal) yang undang gitu lho enggak ribut, kok malah orang lain yang ribut. Itu aneh," ujar Djarot, di kawasan Tebet, Sabtu (11/03) malam.
Djarot mengatakan, tujuannya hadir ke acara itu adalah untuk menghormati keluarga Soeharto yang mengundangnya dan ingin mengikuti acara shalawat dan zikir nasional untuk negeri. Saat berhasil masuk ke dalam masjid, Djarot bercerita dia sempat dihampiri oleh Titiek Soeharto. Kata Djarot, Titiek berterima kasih karena dia telah hadir memenuhi undangan.
Djarot mengatakan, Titiek juga meminta maaf atas insiden yang sempat terjadi sebelum dia memasuki masjid. Menurut Djarot, Titiek juga yang meminta insiden itu segera diselesaikan.
"Yang undang itu enggak nolak dan malah terima kasih. Malah minta maaf, 'Pak Djarot maaf ada gangguan'. Tidak apa-apa. Saya menghormati Presiden Soeharto, saya menghormati keluarga besar Pak Harto, maka diundang kami datang. Apalagi tujuannya baik," pungkasnya. ***