Berita

Politik

Agus: Yang Disebut Bukan Hanya Demokrat

Bantah Terlibat Kasus e-KTP
SENIN, 13 MARET 2017 | 11:52 WIB | LAPORAN:

. Partai Demokrat mendukung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta memproses tuntas kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP berbasis elektronik (e-KTP).

Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Demokrat, Agus Hermanto mengaku bahwa dalam dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK pada sidang perdana beberapa waktu lalu, hampir semua partai disebut menerima aliran dana.

Dengan demikian, Agus menekankan bahwa aparat penegak hukum harus memproses kasus tersebut sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.


"Kita ketahui bahwa yang disebut bukan hanya dari Fraksi Partai Demokrat, sembilan, hampir dari semua fraksi yang ada itu juga disebut. Ini harus diproses. Kami mempersilakan KPK untuk betul-betul mengusut e-KTP ini secara tuntas berkeadilan transparan dan bertanggung jawab," tegas wakil ketua DPR ini di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/3).

Pada kesempatan itu, Agus juga dengan tegas mengungkapkan tidak ada aliran dana kasus e-KTP yang masuk ke kas partainya.

"Untuk hal-hal yang menyangkut Partai Demokrat, kami yakini bahwa Partai Demokrat 100 persen tidak ada yang terkait dengan masalah ini," ujarnya.

Agus bahkan bilang tidak ada satupun anggota Partai Demokrat yang terima uang e-KTP, separti di dalam surat dakwaan.

"Untuk anggota memang sudah beberapa yang kita klarifikasi, kita tanya-tanya Pak Jafar Hafsah mengatakan bahwa ia tidak pernah sama sekali menerima. Pak Khatibul Umam Wiranu juga demikian, tidak menerima. Kalau Pak Taufik Effendi kan sekarang sudah pindah Gerindra, sehingga akan sulit kalau saya memverifikasinya. Namun kita ketahui sama sekali Partai Demokrat tidak menerima uang tersebut," pungkasnya. [rus]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya