Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Ketua KPU DKI dan Bawaslu Melakukan Kejahatan Demokrasi!

SABTU, 11 MARET 2017 | 13:25 WIB | LAPORAN:

RMOL. Kehadiran Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Soemarno dan Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti di rapat tertutup Partai Pengusung Pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat terus menuai kritik.

Bagi Senator DKI Jakarta, Dailami Firdaus, kehadiran keduanya akan menjadi sebuah tanda tanya besar di masyarakat.  

"Apapun pembelaan Soemarno mengenai ikhwal kehadirannya di acara tersebut jelas menjadi catatan negatif bagi penyelenggaraan Pilkada di DKI Jakarta. Apalagi acara tersebut adalah rapat tertutup Partai Pengusung salah satu paslon dan juga sudah masuk pada masa kampanye putaran ke dua Pilkada DKI Jakarta," jelas dia dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Sabtu (11/3).


Menurut Dailami, kehadiran keduanya juga makin menajamkan opini masyarakat bahwa terjadi sebuah pemufakatan untuk memenangkan salah satu paslon. Kejadian ini bisa dikategorikan sebagai sebuah kejahatan dalam berdemokrasi.

"Secara pribadi Sebagai putra daerah yang di amanahi untuk duduk di DPD RI benar-benar sangat kecewa sekali. KPUD sebagai penyelenggara Pilkada jelas-jelas sudah meruntuhkan kepercayaan masyarakat dan merusak sistem Demokrasi yang kita bangga-banggakan," tekan dia.

"Seharusnya beliau tidak perlu menghadiri acara tersebut, bilapun itu termasuk ke dalam agenda kampanye paslon. Akhirnya opini liar akan terus bergulir dan memperlihatkan bahwa memang ada kesengajaan dan persengkokolan untuk memuluskan salah satu paslon sebagai pemenang di Pentas Pilkada DKI Jakarta," imbuhnya.

Dailami menjelaskan, DKI Jakarta sebagai barometer, seharusnya bisa menjadi contoh bagi nasional, maupun internasional untuk tidak main-main dalam sebuah proses pesta demokrasi, seperti pilkada.

"Yang pasti saat ini jelas sudah dimasyarakat terbangun Opini yang penggiringan kekuatan secara menyeluruh untuk memenangkan salah satu paslon dan saya sangat pesimis bahwa Pilkada DKI Jakarta akan berjalan dengan Demokratis," demikian Dailami. [sam]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya