Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Jangan-Jangan Putaran Kedua Mau Diganggu Lewat Kasus E-KTP

JUMAT, 10 MARET 2017 | 10:36 WIB | LAPORAN:

Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut ada banyak nama besar yang terlibat dalam kasus korupsi e-KTP.

Kemarin, nama-nama besar dimaksud Agus pun terungkap dalam sidang perdana kasus e-KTP dengan dua terdakwa, Irman dan Sugiharto.

Setidaknya ada 23 nama anggota DPR dari berbagai latar belakang parpol besar disebut terlibat proyek senilai Rp 5,9 triliun itu.


"Selama penyidikan kita telah panggil ratusan saksi. Unsur dari anggota DPR merupakan salah satu saksi penting dalam kasus ini. Ada 23 anggota DPR yang telah kita agendakan diperiksa,” kata Jubir KPK, Febri Diansyah

23 nama itu, sebagian besar pernah duduk di Komisi II saat pembahasan pengadaan e-KTP tahun 2011-2012.

14 anggota dan mantan anggota DPR di antaranya telah mengembalikan uang panas e-KTP yang diterima mereka ke KPK. Jumlahnya mencapai sekitar Rp 30 miliar. Namun, masih ada yang belum mengembalikan uang ke KPK.

Peneliti Lingkaran survei Indonesia (LSI) Adjie Alfaraby berharap tidak ada unsur politis di balik munculnya nama-nama besar tersebut.

Adjie juga mengatakan, uang yang mengalir baik ke para politisi ataupun partai politik belum terbukti dan masih menunggu proses persidangan.

Namun demikian, ia menilai tak menutup kemungkinan kasus e-KTP digunakan sebagai alat penekan di dalam kontestasi politik nasional, terutama untuk Pilkada yang sedang ramai-ramainya. Seperti putaran kedua Pilkada Jakarta.

"Jangan-jangan ada koalisi putaran kedua nanti yang memang mulai diganggu dari kasus e-KTP ini. Tapi mudah-mudahan enggak ya," tutur Adjie.[wid]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya