Berita

Politik

Ryaas Rasyid: Desentralisasi Malah Membuat Indonesia Semakin Koruptif

JUMAT, 10 MARET 2017 | 09:28 WIB | LAPORAN:

Sebagai salah seorang penggagas UU Otonomi Daerah, Prof. Ryaas Rasyid mengkritik kebijakan yang telah ia perjuangkan tersebut dalam implementasinya saat ini.

Pasalnya, kini tata kelola negara semakin koruptif karena daerah memiliki wewenang yang sangat besar dan memiliki otonomi untuk mengelola keuangannya sendiri.

Hasilnya, ratusan kepala daerah dan anggota DPRD menjadi pesakitan di tangan penegak hukum karena melakukan tindak pidana korupsi.


"Negara ini sangat koruptif. Dirusak oleh orang sendiri," kata Ryaas dalam acara bincang-bincang di Jaya Suprana School and Arts Performance, Jakarta, Kamis, (9/3).

Pada saat DPR menggolkan UU Otda, Menteri Otda era Pemerintahan Abdurrahman Wahid ini mengenang, masa itu banyak pengamat dari luar negeri tidak menyangka bahwa UU itu memberikan kekuasaan yang luar biasa kepada daerah.

Orang-orang daerah pun shock karena tiba-tiba dianugerahi uang yang berlimpah lewat dana alokasi umum (DAU) dari pusat, kemudian dipersilahkan dikelola sendiri tanpa petunjuk dari pusat.

Namun, apapun kekurangannya, menurut Ryaas, kebijakan Otonomi Daerah ini adalah kebijakan yang sangat serius. Ide kebijakan ini selalu ditolak oleh Presiden Soeharto kala itu. Hingga kemudian Soeharto lengser, barulah kebijakan ini berjalan mulus.

"Pak Harto dulu tak merespons saran dari ahli tata negara agar melakukan desentralisasi. Dulu kan apa-apa harus pake Inpres," ujarnya dalam acara yang dipandu budayawan Jaya Suprana tersebut.

Presiden Habibie kemudian menyambut baik desentralisasi lalu lahirlah  UU 22/1999.

"UU 22/99 itu cepat sekali disahkan DPR, hanya 3 bulan selesai. Diketok palu per pasalnya. Enggak sadar itu DPR, enggak tahu itu UU desentralisasi mengubah semuanya secara drastis," tandasnya. [zul]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya