Berita

Politik

Sumarsono Akan Koordinasi Dengan DPRD Selesaikan Masalah Depo MRT

RABU, 08 MARET 2017 | 10:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pelaksana tugas (PLT) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono akan berkoordinasi dengan DPRD dalam menyelesaikan masalah lahan yang jadi penyebab depo MRT harus dipindah dari Kampung Bandan ke Ancol.

"Cuma (sekarang) banyak DPRD (DKI) yang kampanye. Kan makin cepat makin baik. Saya akan segera merapat ke DPRD," kata Sumarsono di Balaikota, Jakarta, Rabu (8/3).

Komunikasi dan rapat-rapat lanjutan dilakukan guna menyelesaikan persoalan tersebut. Komunikasi, kata dia, harus mengikutsertakan eksekutif dan legislatif karena permasalahan ini butuh pemahaman bersama.


"Insya Allah nanti akan kami jelaskan kembali, jadi kami hargai dulu pendapat sementara dari DPRD," kata dia seperti diberitakan RMOLJakarta.

Soal permasalahan lahan di Kampung Bandan dengan PT KAI, dirinya berjanji akan menuntaskannya.

"Nanti kami clear kan isu teknis terkait kontrak-mengontrak, termasuk isu teknis dengan PT KAI mengenai MRT," pungkasnya.

Sebelumnya, DPRD DKI bakal membentuk Panitia Khusus (Pansus) proyek MRT Jakarta fase II Bundaran HI-Ancol Timur. Hal tersebut guna menindaklanjuti permohonan Pemprov DKI terkait pembiayaan proyek MRT fase II yang semula dari Bundaran HI-Kampung Bandan, namun saat ini diperpanjang hingga ke Ancol Timur.

Dikatakan wakil ketua DPRD DKI, M Taufik, dewan sepakat membentuk pansus karena alasan yang diajukan oleh Pemprov DKI lantaran tidak tersedianya lahan depo MRT di Kampung Bandan.

"Padahal pada kajian awal, sudah ada kesepakatan untuk penggunaan lahan di Kampung Bandan sebagai depo MRT. Tapi, kok sekarang tidak bisa digunakan dengan alasan sudah dikerjasamakan ke pihak ketiga. Kami akan undang direksi untuk meminta penjelasan PT KAI," ujar Taufik. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya