Berita

Agung Laksono/Net

Politik

Agung Berharap Kasus e-KTP Tidak Mengganggu Soliditas Golkar

SELASA, 07 MARET 2017 | 01:54 WIB | LAPORAN:

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono mengharapkan tidak ada langkah politik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan nama-nama besar terkait kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Menurut Agung semua pihak harus mengedepankan asas praduga tidak bersalah dan tidak menjadikan hal tersebut menjadi tujuan politik.

"Jadi jangan kemudian ini peluang  dipergunakan ada tujuan politik baik sesama internal Partai Golkar maupun parai politik lain," ungkapnya saat ditemui di Sekretariat PPK Kosgoro 1957, Jakarta Selatan, Senin (3/6).


Menurut Agung, permasalahan hukum harus diselesaikan dengan jalan hukum. Terlebih nama-nama yang pernah disebut baru sebatas dugaan.

Ia juga berharap, pembeberan nama-nama tersebut tidak digunakan untuk memecah belah Partai Golkar kembali.

"Saya minta mengedepankan asas praduga tak bersalah dan jangan digunakan untuk melakukan langkah-langkah yang sifatnya kemudian mengganggu soliditas partai," tukas Agung.

Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan akan ada sejumlah nama besar yang disebutkan dalam dakwaan. Ia pun berharap hal tersebut tidak akan menimbulkan goncangan politik.

"Mudah-mudahan tidak ada goncangan politik yang besar, karena namanya yang akan disebutkan memang banyak sekali," ujar Agus, Jumat lalu (3/3).

Adapun perkara dugaan korupsi e-KTP akan memasuki sidang perdana, Kamis mendatang (9/3). [rus]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya