Berita

Agung Laksono/Net

Politik

Agung Laksono: Presidensial Treshold Harus Dipertahankan

SELASA, 07 MARET 2017 | 00:26 WIB | LAPORAN:

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono membuka Forum Diskusi Hanglekiu (FDH) yang diadakan Barisan Muda Kosgoro 1957, di Sekretariat PPK Kosgoro 1957, Jakarta Selatan, Senin (3/6).

Dalam sambutannya, Agung mengapresiasi kegiatan yang dilakukan BM Kosgoro tersebut. Terlebih tema yang diambil yakni 'Presidensial Treshold, Suara Rakyat atau Suara Partai' menyangkut masa depan pemimpin bangsa.

Menurutnya pembahasan tersebut merupakan isu strategis bangsa. Apalagi, pembahasan sistem presidensial treshold di DPR masih alot.


Meski demikian, Agung menilai, sistem presidensial treshold sangat penting untuk menentukan ambang batas partai untuk mencalonkan presiden.

"Kita yang menganut azas presidensial ini supaya presiden yang terpilih nanti diusung oleh partai-partai yang memang mempunyai kekuatan real di masyarakat. Tadi sudah digambarkan, kalau presiden terpilih kemudian tidak punya dukungan partai politik, saya kira akan kesulitan dalam mengelola pemerintahan," ungkap Agung.

Ia menambahkan, ambang batas 20 dan 25 persen dalam sistem presidensial treshold harus dipertahankan. Menurutnya ambang batas suara itu untuk memperkuat prinsip-prinsip tata negara yang memang menganut azas presidensial treshold.

"Jadi sekarang ini hak suara 25 persen suara sah nasional atau 20 persen kursi minimum diperthankan, jadi presidensial treshold ini minimum dipertahankan," ujar Agung.

"Saya apresiasi Barisan Muda Kosgoro membentuk forum diskusi ini, mudahan-mudahan forum bisa berlangsung strategis soal isu Bangsa," pungkas mantan ketua DPR ini menambahkan. [rus]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya