Berita

Yorrys Raweyai/net

Hukum

Golkar Tersandera Dengan Pemberitaan Kasus E-KTP

SENIN, 06 MARET 2017 | 21:03 WIB | LAPORAN:

Partai Golkar merasa tersandera masifnya pemberitaan soal pengusutan kasus dugaan korupsi pengadaan KTP berbasis elektronik. Karena nama Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto dikait-kaitkan dengan kasus yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun tersebut.

Hal itu disampaikan Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan DPP Partai Golkar Yorrys Raweyai kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/3).

"Menyandera pasti. Kalau kalian tiap hari bunyikan ini, habislah Golkar ini. Kita bisa lihat Golkar zaman Aburizal Bakrie 2009-2017, dari 19 persen naik sampai 21 persen. 2012-2014 dia turun jadi 9 persen. Setya Novanto kita lihat selama 10 bulan 17 mei 2016 sampai sekarang Maret berarti sudah hampir 10 bulan, kita lihat elektabilitas kita itu dalam tiga bula pertama pimpinan Setya Novanto yang dia canangkan 100 hari itu naik sampai 16-17 persen. Sekarang wallahu alam kita lihat tanya sama kalian. Kalian paling tahu. tapi kayaknya ...," katanya.


Meski demikian, Yorrys berharap semua pihak untuk tidak mengaitkan kasus tersebut dengan peristiwa politik pada 2019 nanti. Meski diakuinya hal tersebut merupakan konsekuensi logis yang harus diterima partainya.

"Tinggal bagaimana solidaritas Golkar yang kita bangun. Harus segera melakukan konsolidasi, dan kita mampu mensosialisasikan ini kepada seluruh keluarga besar Partai Golkar. Dan pertama media, bagaimana kalian ini yang mampu membuat branding atau image ini bagus atau buruk," ujarnya.

Persidangan kasus e-KTP akan digelar pada Kamis (9/3) nanti dengan terdakwa mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jemderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Sugiharto dan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman.

Baru-baru ini, Ketua KPK Agus Raharjo mengatakan bahwa akan ada nama besar yang diungkapkan dalam persidangan. Sebagian pihak menilai yang dimaksud Agus adalah Novanto. Apalagi, Novanto sudah tiga kali dipanggil KPK untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Hal itulah yang menyebabkan keresahan timbul di internal utamanya pengurus daerah (DPD) partai berlambang pohon beringin itu.

Namun Yorrys mengaku tak tahu jika pengurus DPD Golkar banyak yang resah. Namun dia memastikan akan menampung semua keluhan dan keresahan internal partainya

"Mana tahu. Itu silent majority dan keresahan perlu kita akomodir, kita dengarkan apasih keluhan-keluhan itu," pungkasnya.  [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya