Berita

Hukum

Tim KPK Bawa Satu Koper Hitam Dari Kantor Bea Cukai

SENIN, 06 MARET 2017 | 19:16 WIB | LAPORAN:

RMOL. Tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa satu buah koper berwarna hitam usai menggelar operasi penggeledahan di Kantor Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Pusat yang terletak‎ di Jalan Ahmad Yani, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (6/3).

Pantauan RMOL di lokasi, tim keluar dari belakang Gedung Papua, Bea Cukai. Mereka langsung masuk ke dalam mobil yang telah terparkir di belakang gedung itu sembari membawa koper warna hitam. Ukuran koper tersebut lumayan besar.

Karena lewat belakang, tim penyidik lembaga antikorupsi sempat kejar-kejaran dengan para awak media. Penyidik KPK menghindar dari para wartawan yang sudah menunggunya sejak dari tadi.  


Sebelummya, penyidik KPK melakukan penggeledahan ini di Gedung Papua Bea Cukai, Rawamangun, tepatnya di Lantai Dua gedung itu. Operasi tersebut memang dilakukan berkaitan dengan kasus suap judicial review atau Uji Materi Undang-Undang tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang melibatkan mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan empat orang tersangka, mereka adalah Patrialis Akbar, Basuki Hariman, NG Fenny dan Kamaludin.

Patrialis sendiri berusaha mewujudkan keinginan Basuki selaku permohonan uji materi perkara dengan nomor 129/puu-xxi/2015. Basuki menjanjikan sejumlah uang sebanyak 200 ribu dollar Singapura dan USD20 ribu.

Terakhir, Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) akhirnya memutuskan untuk memberhentikan Patrialis Akbar secara tidak dengan hormat lantaran yang bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran berat terhadap kode etik perilaku hakim konstitusi.

KPK juga telah melakukan penyitaan terhadap rekaman kamera pengawas atau CCTV Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mengusut kasus ini. [sam]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya